Jakarta -
Suasana Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, terlihat lebih ramai dari biasanya pada awal Ramadan. Sejumlah warga memilih mudik lebih awal agar bisa menjalankan ibadah puasa bersama keluarga di kampung halaman sekaligus menghindari lonjakan harga tiket menjelang Lebaran.
Rina (27), salah satu calon penumpang tujuan Semarang, mengaku sengaja mengambil cuti di awal Ramadan. Ia menilai mudik lebih awal menjadi solusi agar tidak kesulitan mendapatkan tiket.
"Iya, saya sengaja ambil cuti di awal Ramadan. Soalnya kalau sudah mendekati Lebaran biasanya tiket susah dan mahal. Selain itu, saya juga kangen suasana puasa di rumah. Sudah 4 tahun terakhir saya puasa di Jakarta karena pekerjaan," kata Rina di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, buka puasa bersama keluarga menjadi momen yang paling dirindukan selama merantau. Ia mengaku suasana tersebut sulit tergantikan jika harus berbuka sendirian di perantauan.
"Yang paling saya kangen itu buka puasa bareng keluarga. Biasanya ibu sudah masak macam-macam dari sore. Kalau di Jakarta seringnya buka sendiri di kos," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Wiwid (34), perantau asal Yogyakarta. Ia memutuskan pulang kampung pada awal Ramadan setelah lima tahun tidak mudik karena kesibukan kerja.
"Memang sudah niat dari tahun lalu, kayaknya tahun ini pulang pas puasa saja. Sudah 5 tahun nggak pulang karena kerjaan. Saya juga mau nemenin orang tua," katanya.
Ia mengaku momen sahur bersama keluarga menjadi alasan kuat untuk pulang lebih awal tahun ini.
"Yang paling saya kangen itu sahur dibangunin Ibu. Minggu-minggu pertama kemarin terasa sedih sahur sendirian," ungkapnya.
Selain itu, ia merindukan suasana kebersamaan warga di kampung, terutama setelah salat Tarawih. "Setelah Tarawih biasanya warga nggak langsung pulang, tapi ngobrol dulu. Ada rasa kebersamaan yang jarang saya rasakan di Jakarta," tambahnya.
Sementara itu, Irma (29), pekerja toko ritel yang hendak pulang ke Bandung, mengatakan mudik saat Ramadan sudah menjadi kebiasaannya. Ia justru sulit mendapatkan cuti saat periode Lebaran karena pekerjaannya.
"Saya kerja di toko retail, jadi biasanya tidak dapat cuti saat mendekati Lebaran karena toko ramai pembeli. Makanya saya ambil cuti sekarang," ujarnya.
Irma mengaku ingin memanfaatkan momen tersebut untuk menikmati suasana Ramadan bersama keluarga, termasuk ngabuburit dan berburu takjil bersama adik-adik.
"Kalau di Jakarta kadang buka puasa sendirian di kos. Rasanya beda dibanding di rumah, bisa kumpul dan cerita bareng keluarga," imbuhnya.
(bel/azh)

















































