Cerita The Darkest Night Eks Dirut ASDP di Balik Jeruji KPK

5 hours ago 3
Jakarta -

Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi bebas dari penjara. Ira akhirnya keluar dari jeruji besi berkat pemberian rehabilitasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ira keluar dari Rutan Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.15 WIB, Jumat (28/11/2025). Ia menceritakan beratnya menjalani malam-malam di penjara.

"Ternyata kita selama ini saya kurang bersyukur. Apa yang kita anggap biasa, yang Ibu Bapak anggap biasa hari ini, syukurilah. Karena kalau di dalam (penjara), kita melewatkan malam-malam at the darkest night, itu berat," kata Ira saat menggelar syukuran setelah bebas di Jatiwarna, Kota Bekasi, Sabtu (29/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ira menjelaskan ruang tahanan yang ditempatinya begitu gelap. Ukurannya pun tidak besar dan hanya sendirian. Dia mengatakan saat itu hanya bisa berserah kepada Tuhan.

"Ya kalau seperti ini, kita mau lari ke mana? Kalau dalam kamar isolasi gelap, nggak ada jendela, kurang lebih ukurannya 3x3 meter, sendirian selama tiga hari, tidak ada teman, mau ke mana lagi? Cuma ngobrolnya sama Tuhan," terang Ira.

Meski begitu, dia mengaku sempat merasa harapannya bisa terbebas dari jerat kasus yang menimpanya ini tak kunjung dikabulkan Tuhan. Pada akhirnya, dia mengatakan menyesal karena telah mendikte Tuhan setelah jalannya untuk bebas terwujud.

"Tapi itulah saya kira ujian manusia paling tinggi. Katanya suruh berharap terus, tapi kok nggak datang-datang sih Gusti Allah? Tapi kemudian dengan kejadian ini, saya diajari luar biasa. Jangan pernah mendikte Allah apa jalan yang terbaik. Karena kita pikir jalannya harusnya seperti ini, Tuhan. Tapi ternyata Tuhan mengasih melalui Presiden, rehabilitasi," kata Ira.

Cerita Ira Dapat Pelayanan Baik di Rutan

Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi bisa bernapas lega setelah bebas melalui rehabilitasi pemberian Presiden Prabowo Subianto dari jerat kasus korupsi yang menyeretnya. Ira pun menceritakan selama dirinya berada di tahanan mendapatkan pelayanan yang baik oleh pihak KPK.

"(Pelayanan) sangat baik, dan pelayanan petugas juga baik," kata Ira kepada wartawan saat menggelar syukuran di Jatiwarna, Kota Bekasi, Sabtu (29/11/2025).

Selain Ira, dua mantan direktur ASDP yang juga mendapatkan rehabilitasi, Harry Muhammad Adhi Caksono dan M Yusuf Hadi juga menyampaikan hal serupa. Adhi mengungkapkan, selama ditahan oleh KPK, dirinya merasa tetap dimanusiakan.

"Ini saya tambahkan, di KPK itu memanusiakan kita. Jadi walaupun kita sebagai tahanan, tapi hak kita untuk beribadah, hak kita untuk berolahraga, sosialisasi, dimanusiakan, itu diperlukan dengan baik," ujar Adhi.

Ira juga menjelaskan, pertama kali mengetahui kabar dirinya diberikan rehabilitasi oleh Presiden melalui siaran televisi di tahanan. Ira mengatakan, saat itu dirinya tengah menunggu kumandang azan magrib untuk berbuka puasa.

"Waktu itu saya berbuka puasa, kemudian lagi nunggu azan magrib, kemudian tiba-tiba ada breaking news dan saya jadi nggak bisa makan. Karena nggak percaya bahwa rahmat dari Allah sedang diturunkan kepada kami dengan cara melalui tangan Bapak Presiden," jelas Ira.

Ira mengaku sangat kaget dengan kabar diketahuinya. Dia pun kembali menyampaikan terima kasih atas kebijaksanaan yang diberikan oleh Presiden Prabowo.

"Itu sih kaget banget yang gak bisa ada kata-kata yang menggambarkan persis rasanya bahagia, bersyukur, campur aduk. Sekali lagi terima kasih Pak Presiden telah berkenan memberikan rehabilitasi kepada kami," imbuh dia.

Sudah Bebas, Rekening Ira Masih Diblokir

Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi mengaku rekeningnya masih diblokir hingga saat ini meski telah dibebaskan. Ia mengatakan ada teman yang memberinya uang untuk makan.

"Seluruh rekening saya sampai hari ini masih diblokir, suami saya, anak saya. Tapi hari itu juga, uang saya cuma ada di tangan Rp 1,2 juta," kata Ira saat menggelar syukuran di kawasan Jatiwarna, Kota Bekasi, Sabtu (29/11/2025).

Kemudian Ira bercerita, secara tiba-tiba ada teman yang memberinya uang Rp 5 juta. Ira mengatakan temannya memberikan uang itu untuk membeli makan.

"Tiba-tiba ada teman yang ngasih, anak buah, yang saya tahu gajinya juga berapa, ngasih Rp 5 juta, 'Ini buat makan, buat belanja sementara'. Ada yang ngirim minyak, ada yang ngirim mi, ada yang ngirim telur. Itu kan ternyata, 'Oh, tanpa uang, saya ternyata masih bisa makan'," ungkap Ira.

Ira juga mengungkapkan betapa sulitnya ketika dirinya terjerat kasus. Dia menyebut seketika dijauhi oleh teman-temannya.

"Di saat kami dalam perkara seperti itu, banyak orang menghindar untuk, bahkan kami kontak. Wajar, karena takut. Tapi kata orang, justru teman itu ada ketika kita dalam keadaan yang terpuruk," imbuh dia.

Ira Ucap Terima Kasih ke Prabowo

Ira Puspadewi resmi bebas dari rutan KPK setelah mendapat rehabilitasi. Setelah bebas, dia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang memberinya rehabilitasi.

"Kami menghaturkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya ke bapak presiden Prabowo Subianto. Yang telah berkenan menggunakan hak istimewanya, dengan rehabilitasi bagi perkara kami," kata Ira di Rutan Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Kemudian, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Selain itu, Ira berterima kasih kepada Mahkamah Agung RI hingga sejumlah kementerian terkait.

"Yang ketiga kami haturkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Sufmi Dasco Ahmad," sebut dia.

"Dan para petugas KPK yang melaksanakan tugas dengan baik selama hampir 10 bulan kami di tahan ini,"tambahnya.

(kny/maa)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |