Cara Cerdas Meghan Markle Agar Produk Mahalnya Ludes Terjual dalam Hitungan Menit

10 hours ago 2

loading...

Meghan Markle kembali menjadi bahan perbincangan setelah produk mahal miliknya, As Ever, sukses besar dalam peluncuran perdananya. Produk-produk langsung ludes. Foto/New York Post

JAKARTA - Meghan Markle kembali menjadi bahan perbincangan setelah produk mahal miliknya, As Ever, sukses besar dalam peluncuran perdananya. Produk-produk seperti selai raspberry, teh herbal, dan taburan bunga kering langsung ludes dalam waktu singkat setelah dirilis.

Diketahui Meghan Markle menjual selai raspberry seharga 11 poundsterling atau Rp220 ribu, teh herbal 9 poundsterling atau Rp180 ribu, dan taburan bunga kering seharga 12 poundsterling atau setara dengan Rp240 ribu.

Dilansir dari Marca, Sabtu (5/4/2025), namun di balik kesuksesan bisnis Meghan ini, sejumlah pihak menilai ada strategi pemasaran cerdik yang membuat barang-barang tersebut cepat habis.

Dalam unggahan Instagram pribadinya, Duchess of Sussex mengungkapkan rasa syukurnya. "Rak kami mungkin kosong, tapi hatiku penuh!" tulis Meghan penuh antusias.

Cara Cerdas Meghan Markle Agar Produk Mahalnya Ludes Terjual dalam Hitungan Menit

Foto/Reuters

Meski sambutan publik terlihat sangat positif, beberapa pengamat mempertanyakan apakah penjualan cepat itu benar-benar murni karena permintaan tinggi. Sejumlah kritikus menduga istri Pangeran Harry itu menerapkan trik pemasaran berbasis kelangkaan.

Di mana jumlah produk yang dirilis sangat terbatas untuk menciptakan kesan eksklusif dan mendongkrak permintaan. "Ini teknik umum dalam pemasaran: sediakan stok dalam jumlah kecil, biarkan cepat habis, lalu klaim produk sangat populer. Itu menciptakan ilusi eksklusivitas," ujar salah satu sumber.

Peluncuran As Ever memang disiapkan dengan strategi komunikasi yang matang. Perempuan 43 tahun itu bahkan mengundang jurnalis The New York Times ke kediamannya di Montecito, California untuk wawancara eksklusif. Ia memanfaatkan momentum itu untuk membangun citra sebagai sosok yang dekat dengan keseharian, meskipun gaya hidupnya dikenal sangat glamor.

Dalam wawancara tersebut, mantan artis asal Amerika itu juga menanggapi anggapan bahwa dirinya terlalu jauh dari kehidupan normal. "Tidakkah mereka tahu hidupku tidak selalu seperti ini?" katanya, mencoba mengoreksi persepsi publik.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |