Medan -
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution walk out dari rapat paripurna di kantor DPRD Sumut kemarin. Dia meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) juga keluar.
Dilansir detikSumut, rapat paripurna itu dilaksanakan pada Selasa (21/7/2026). Paripurna itu memiliki agenda pandangan akhir fraksi-fraksi terhadap LPJ APBD Sumut 2025 dan pengambilan keputusan bersama antara DPRD dan Gubsu.
Awalnya paripurna berjalan lancar seperti biasa. Perwakilan fraksi menyampaikan pandangan terakhir terhadap pertanggungjawaban laporan APBD 2025 tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, pimpinan rapat paripurna, Erni Ariyanti, menanyakan apakah agenda pertama dapat dicukupkan dan dilanjutkan denah agenda kedua pengambilan keputusan bersama. Paripurna kemudian dilanjutkan dengan agenda kedua.
Dalam agenda kedua, perwakilan Badan Anggaran DPRD Sumut menyampaikan laporan. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan konsep keputusan bersama antara DPRD dan Gubsu oleh Sekretaris DPRD Sumut Ali Sipahutar.
Setelah itu, saat hendak penandatanganan, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP melakukan interupsi soal apakah paripurna kuorum atau tidak. Ia juga mempersoalkan adanya rapat dengar pendapat (RDP) saat rapat paripurna berlangsung.
Saat momen itu, Bobby diketahui keluar dari ruang rapat dan kemudian menuju pintu depan. Bobby kemudian meminta agar OPD juga keluar dari paripurna.
Pj Sekda Sumut Sulaiman Harahap merespons soal Bobby walk out. Ia mengatakan bahwa momen itu terjadi saat ada interupsi saat akan penandatanganan keputusan bersama soal pertanggungjawaban laporan APBD 2025.
"Itu kan sudah kuorum semalam, sudah mau penandatanganan, interupsi mempertanyakan kuorum atau tidak," kata Sulaiman Harahap, Rabu (22/7/2026).
Sulaiman menjelaskan bahwa di awal, paripurna sudah diskors untuk mengecek kuorum sebelum masuk agenda. Namun anggota DPRD interupsi lagi mempersoalkan kehadiran, yang dinilai memperlambat.
"Karena itu tadi, di awal kan sudah diskors, bahwa dicek dulu kehadiran karena ini pengambilan keputusan, setelah dicek kuorum, lanjut pandangan fraksi-fraksi, fraksi-fraksi sudah menerima, kemudian lanjut, kemudian laporan Banggar, ketika akan dilakukan penandatanganan ada yang interupsi mengecek semua, kan memperlambat proses," jelasnya.
Baca selengkapnya di sini
Simak juga Video 'Momen Bobby Semprot Camat di Tapteng gegara Penanganan Banjir Lamban':
(idh/dhn)
















































