Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Megawati menyampaikan pertemuan berlangsung sangat cair dan penuh nuansa persahabatan.
"Beliau banyak bertanya, saya banyak jadi menjawab kan. Jadi cepat ya. Artinya pertemuannya mengalir," kata Megawati memberikan keterangan usai pertemuan dengan Pangeran Khaled di Abu Dhabi, UEA, Rabu (4/2/2026).
Megawati Soekarnoputri (Foto: Dok. Kanavino/detikcom)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan Megawati dan Pangeran Khaled ini berjalan selama kurang lebih satu jam. Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo dan istrinya, Nancy Prananda, Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, serta Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis PDIP, Andi Widjajanto.
Megawati merasa bangga atas hubungan yang sangat dekat antara Indonesia dan UEA. Dia berharap relasi kedua negara semakin erat ke depannya.
"Ya sangat bersahabat sekali, dan saya tentunya sangat apa ya, bangga, berterima kasih bahwa antara tentu saja Uni Emirat Arab dengan Indonesia, Uni Emirat Arab, itu sudah dari dulu kan punya hubungan. Jadi mudah-mudahan ini pun akan lebih memperluas dan lebih memperdalam," ucap Megawati.
Ketua Umum PDIP itu menyampaikan pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan setelah sebelumnya pada 2025. Megawati mengatakan dirinya diundang ke Zayed Award di Abu Dhabi karena sebelumnya pernah menjadi dewan juri.
"Karena kebetulan saya juga menjadi juri dari Foundation Zayed Award, itu saya juga diundang oleh beliau. Jadi, ini pertemuan yang kedua kali, dan karena waktu yang pertama itu beliau menanyakan Indonesia itu bagaimana dan lain sebagainya," imbuhnya.
Pertemuan Megawati dan Sheikh Khaled pada 2025
Sebelumnya, pada pertemuan 2025, Megawati membahas sejumlah hal dengan Pangeran Khaled, termasuk soal Palestina.
Megawati bertemu dengan Pangeran Khaled di Sea Palace UEA, Sabtu 15 Februari 2025. Saat itu Megawati didampingi Ketua DPR RI Puan Maharani dan putra tertuanya, Mohamad Rizki Pratama.
Ikut mendampingi Megawati yakni Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat DPP PDIP Andi Widjajanto serta Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi. Adapun rombongan UEA yang mendampingi Pangeran Khaled yakni Menteri Energi Suhail, Menteri/Konsultan Sheikha Fatima, Maitha Bint Salem Al Shamsi, Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, dan Kepala Staf Putra Mahkota, dan Ahmed Alsaeeh.
"Ibu Megawati menyampaikan apresiasi dan kekaguman atas kemajuan dan keindahan Uni Emirat Arab, khususnya bunga-bunga yang indah di Abu Dhabi. Pemandangan indah sangat mengesankan. Pangeran Khaled bin Mohamed bin Zayed sangat terharu dan senang atas apresiasi Ibu Megawati kepada UAE, karena kerja keras dan pencapaian yang diraih UAE selama ini dilihat secara positif, khususnya oleh Ibu Megawati Soekarnoputeri," ujar Andi Widjajanto.
Andi menyebut pertemuan ini juga penting bagi kedua negara. Megawati juga mendoakan Pangeran Khaled yang bakal menjadi pemimpin tertinggi UAE di masa depan.
"Pertemuan tersebut sangat penting dalam rangka mempererat hubungan bilateral kedua negara. Di samping itu, yang lebih penting, Pangeran Khaled akan menjadi Pemimpin Tertinggi UAE di masa mendatang. Sebab itu, Ibu Megawati mendoakan Pangeran Khaled semoga menjadi pemimpin yang sukses dan bijaksana di masa mendatang," katanya.
(knv/fas)

















































