Bandara Ngurah Rai Bali Tutup saat Nyepi 2026, Buka Lagi Kapan?

6 hours ago 2
Jakarta -

Hari ini, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi 2026 Tahun Baru Saka 1948. Sehubungan dengan Nyepi di Bali, ada sejumlah penyesuaian yang berlaku, salah satunya penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Mengutip dari akun Instagram I Gusti Ngurah Rai Airport (@baliairport), Bandara I Gusti Ngurah Rai tutup sementara saat Nyepi 2026 mulai hari ini, Kamis (19/3/2026) pukul 06.00 WITA. Bandara tutup selama 24 jam.

Bandara I Gusti Ngurah Rai akan dibuka kembali besok, Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WITA. Penutupan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kesucian Hari Raya Nyepi di Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penumpang pesawat antre di tempat lapor diri Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (18/3/2026). Bandara Bali akan berhenti beroperasi sementara selama 24 jam saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 mulai Kamis (19/3) pukul 06.00 Wita hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 Wita. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/agrPenumpang pesawat antre di tempat lapor diri Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (18/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Terkait penghentian sementara seluruh operasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, penumpang diimbau untuk berkoordinasi dan mengecek kembali jadwal terbang secara langsung dengan pihak maskapai penerbangan terkait atau hubungi Contact Center di 172.

Nyepi di Bali, Internet Mati 24 Jam

Selain penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai, internet juga dimatikan sementara selama perayaan Nyepi 2026 di Bali. Internet dimatikan mulai Kamis (19/3/2026) pukul 06.00 WITA sampai Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WITA.

"Seluruh penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan layanan data seluler dan internet protocol television (IPTV) serta Lembaga Penyiaran di Provinsi Bali agar menonaktifkan dan/atau menghentikan layanan internet melalui jaringan seluler serta distribusi dan/atau transmisi konten siaran televisi dan radio pada hari Kamis tanggal 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA sampai dengan hari Jumat tanggal 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA, dengan tetap menjaga kualitas layanan data seluler pada obyek-obyek vital serta layanan kepentingan umum lainnya yang menurut sifatnya harus tetap berlangsung," dikutip dari Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 2 Tahun 2026 tentang Himbauan untuk Melaksanakan Seruan Bersama tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1948 di Provinsi Bali Tahun 2026.

Seruan Bersama Nyepi 2026 di Bali

Berikut sejumlah penyesuaian yang berlaku selama Nyepi 2026 di Bali berdasarkan Seruan Bersama Tentang Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948/Tahun 2026 yang Bertepatan dengan Malam Takbiran Idulfitri Tahun 1447 Hijriah/ 2026 Masehi.

  • Umat Hindu melaksanakan seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1948 dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, meliputi: Melasti, Pangrupukan, Sipeng (Catur Brata Penyepian), dan Ngembak Geni dengan khidmat dan khusyuk.
  • Seluruh penyedia jasa transportasi darat, laut, dan udara tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan Catur Brata Penyepian, terhitung mulai hari Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA sampai dengan hari Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
  • Lembaga Penyiaran Radio dan Lembaga Penyiaran Televisi tidak diperkenankan melakukan siaran selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi, terhitung mulai hari Kamis tanggal 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA sampai dengan hari Jumat tanggal 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
  • Penyedia layanan (provider) jasa telekomunikasi seluler agar menonaktifkan layanan data seluler, dan seluruh penyedia jasa televisi agar tidak mendistribusikan siaran selama pelaksanaan Nyepi sebagaimana waktu yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan layanan komunikasi darurat.
  • Seluruh masyarakat dan wisatawan tidak diperkenankan bepergian/keluar rumah serta menyalakan petasan/mercon, pengeras suara, bunyi-bunyian, lampu penerangan berlebihan, maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu kekhusyukan Hari Suci Nyepi dan ketertiban umum.
  • Pelaku usaha jasa akomodasi, jasa hiburan, serta pengelola destinasi wisata di Bali tidak diperkenankan mempromosikan kegiatan usaha dengan menggunakan branding atau aktivitas komersial yang mengatasnamakan Hari Suci Nyepi.
  • Mengingat Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1948 bertepatan dengan malam Takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah, maka:
    a. Umat Islam diperkenankan melaksanakan takbiran di Masjid atau Mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa penggunaan pengeras suara, tanpa menyalakan petasan/mercon atau bunyi-bunyian lainnya, serta menggunakan penerangan secukupnya, mulai pukul 18.00 WITA sampai dengan pukul 21.00 WITA.
    b. Pengamanan dan ketertiban pelaksanaan takbiran menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus Masjid atau Mushola, dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.
  • Prajuru Desa Adat, Pengurus Masjid atau Mushola, Pecalang, Linmas, serta Aparat Desa/Kelurahan bertanggung jawab untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Nyepi maupun kegiatan Takbiran di wilayahnya masing-masing, dengan berkoordinasi secara sinergis bersama aparat keamanan.
  • Majelis-majelis Agama, lembaga sosial keagamaan, serta instansi terkait agar menyosialisasikan Seruan Bersama ini kepada seluruh umat beragama di Bali secara berjenjang dan berkesinambungan.
  • Seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta wisatawan yang berada di wilayah Provinsi Bali wajib menaati dan melaksanakan Seruan Bersama ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Lihat juga Video 'H-1 Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai Dipadati Penumpang':

(kny/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |