Sebanyak 35 calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menjalani tahap pemeriksaan penampilan (rikpil), yang merupakan tahap akhir dari proses seleksi tingkat pusat. Para peserta menjalani wawancara singkat, serta diminta menunjukkan bakat dan kemampuan oleh tim penilai yakni sejumlah pejabat utama Polri, yang dipimpin Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.
"Kamu SMA di mana?" tanya Komjen Dedi ke salah satu taruni di lokasi pemeriksaan penampilan calon taruna/taruni (catar), Lantai 2 Gedung Serba Guna Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat (24/7/2026).
"SMA 2 Muhammadiyah Padang, Jenderal," jawab calon taruni asal pengiriman Polda Sumatera Barat (Sumbar) tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri ini pun menanyakan kemampuan dan prestasi calon taruni tersebut. Calon taruni tersebut merupakan juara olimpiade matematika tingkat provinsi.
"Prestasi saya mengikuti olimpiade matematika tingkat provinsi," ujar calon taruni itu.
"Lalu dapat juara tidak?" lanjut Komjen Dedi bertanya.
Para calon taruni Akpol menunjukkan bakat dan penampilan dalam seleksi tingkat pusat (Audrey/detikcom) Foto:
"Siap, juara dua, medali perak," jawab calon taruni tersebut.
Calon taruni tersebut lalu menceritakan hobinya di bidang olahraga, yakni bola basket dan berenang. "Saya bisa basket dan berenang. Pada basket, prestasi juara dua pertandingan antarsekolah, tingkat kota," ucap calon taruni itu.
Pantauan detikcom di lokasi, para calon taruni lainnya juga diberi kesempatan menunjukkan bakat non akademik dalam pemeriksaan penampilan kali ini, di antaranya olahraga bela diri, bermain musik, membaca puisi dan bernyanyi. Kemampuan yang mereka tampilkan akan menjadi nilai tambah.
"Orang tua kerja apa?" tanya Kalemdiklat Komjen R.Z. Panca Putra, yang juga menjadi penilai dalam proses rikpil, kepada seorang calon taruni asal pengiriman Polda Banten.
"Bapak buruh pabrik di Jakarta, ibu, ibu rumah tangga (IRT)," jawab alumnus SMA 7 Serang, Banten, itu.
Para calon taruni Akpol menunjukkan bakat dan penampilan dalam seleksi tingkat pusat (Audrey/detikcom)
Komjen Panca lalu menanyakan nilai rapor rata-rata calon taruni tersebut. Kemudian calon taruni tersebut menjawab nila rata-rata rapornya saat lulus SMA adalah 88.
Calon taruni tersebut menceritakan seleksi taruni Akpol Tahun 2026 menjadi pengalaman pertamanya. Setelah lulus SMA di 2025, dia memilih fokus mempersiapkan diri selama setahun untuk menggapai cita-citanya menjadi perwira polwan.
"Selama gap year saya mengikuti bimbingan belajar, Jenderal," jelas calon taruni tersebut kepada mantan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) itu.
Diketahui proses rikpil catar Akpol tahun ini diikuti 404 peserta, terdiri dari 365 calon taruna (pria) dan 35 calon taruni (wanita). Berdasarkan jadwal Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, selaku panitia seleksi tingkat pusat, rikpil digelar dalam dua hari yakni hari ini dan besok, Sabtu (25/7).
Hari ini dijadwalkan 6 kelompok yang terdiri dari 285 calon taruna dan taruni menjalani tahap rikpil. Lalu besok giliran 3 kelompok yang terdiri dari 119 calon taruna.
Para calon taruni Akpol menunjukkan bakat dan penampilan dalam seleksi tingkat pusat (Audrey/detikcom)
"Rikpil (pemeriksaan penampilan) bukan sekadar melihat penampilan secara fisik, melainkan menjadi evaluasi menyeluruh untuk memastikan hasil seleksi sebelumnya benar-benar mencerminkan kualitas calon taruna yang akan dididik menjadi perwira Polri," tutur Komjen Dedi sebelumnya.
Selain Komjen Dedi dan Komjen Panca, para pejabat utama Polri yang menjadi penilai adalah Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Tomex Korniawan, dan Gubernur Akpol Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.
(aud/ygs)


















































