Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebijakan rekayasa lalu lintas di sekitar GBK pada 6-7 Juni 2026. Pengaturan arus lalu lintas kendaraan ini diberlakukan secara situasional guna menunjang kelancaran kegiatan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada hari Sabtu dan Minggu tersebut.
Untuk menghindari kepadatan, masyarakat yang berencana menghadiri kegiatan di area tersebut diimbau untuk menggunakan layanan angkutan umum. Selama acara berlangsung, operasional transportasi publik seperti bus Transjakarta dipastikan akan tetap berjalan normal.
Rute Alternatif Rekayasa Lalu Lintas
Berdasarkan pengumuman resmi, petugas telah menyiapkan skema rute alternatif bagi masyarakat yang melintasi kawasan Senayan. Pengendara diminta untuk mengikuti arahan lalu lintas berikut ini agar tidak terjebak kemacetan.
Berikut adalah rincian rute alternatif yang dapat dilalui:
- Lalu lintas dari Selatan: Kendaraan dari arah Blok M yang menuju Utara (Tanah Abang) dapat melintasi Jl. Panglima Polim, Jl. Kyai Maja, lalu berputar di depan Gandaria City menuju Jl. Teuku Nyak Arief, Jl. Tentara Pelajar, hingga Jl. KH. Mas Mansyur. Rute alternatif juga disiapkan bagi kendaraan dari Blok M yang menuju ke arah Slipi maupun Kampung Melayu.
- Lalu lintas dari Utara: Bagi pengendara dari Tanah Abang yang menuju arah Selatan (Blok M), rute diarahkan melalui Jl. K.H. Mas Mansyur, Jl. Penjernihan, Jl. Tentara Pelajar, Jl. Teuku Nyak Arief, hingga Jl. Panglima Polim.
- Lalu lintas dari Barat: Kendaraan dari Slipi menuju Blok M dapat melintasi Jl. Letjen S Parman, Jl. Tentara Pelajar, hingga Jl. Pakubuwono VI dan Jl. Panglima Polim. Sementara untuk tujuan Tebet, rute diarahkan menuju Jl. Pejompongan hingga tembus ke Jl. MT Haryono.
- Lalu lintas dari Timur: Kendaraan dari Tebet yang ingin menuju Barat (Slipi) dapat melalui Jl. Kapten Tendean, Jl. Wolter Monginsidi, hingga melintasi Jl. Tentara Pelajar dan Jl. Letjen S. Parman.
Layanan Transportasi Umum yang Beroperasi
Pemerintah menyarankan penggunaan Transjakarta, MRT Jakarta, dan Commuter Line untuk menuju lokasi acara. Beberapa titik pemberhentian telah dipersiapkan dekat dengan area kawasan.
Bagi pengguna Transjakarta, halte yang dapat digunakan sebagai titik turun antara lain Halte Senayan Bank Jakarta dan Halte Gelora Bung Karno 2. Sementara itu, bagi masyarakat yang menaiki MRT Jakarta rute Lebak Bulus - Bundaran HI atau sebaliknya, pemberhentian dilakukan di Stasiun Istora Mandiri yang beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.
Kapasitas Kantong Parkir di Sekitar GBK
Apabila pengunjung terpaksa harus menggunakan kendaraan pribadi, pihak pengelola GBK telah menyediakan sejumlah kantong parkir resmi. Masyarakat diharapkan memarkirkan kendaraannya dengan tertib sesuai dengan lokasi yang telah disediakan.
Berikut adalah daftar lokasi parkir beserta daya tampungnya:
- Parkir Istora: Memiliki kapasitas terbesar dengan daya tampung hingga 257 kendaraan roda 4 dan 1000 kendaraan roda 2.
- Parkir Elevated (Sisi Utara dan Selatan): Masing-masing lokasi mampu menampung 400 mobil dan 1500 unit sepeda motor.
- Parkir Lapangan ABC: Dapat menampung 150 unit mobil serta 1305 unit sepeda motor.
- Parkir Plaza Tenggara & Plaza Selatan: Masing-masing menyediakan area untuk 150 mobil, dengan kapasitas motor sebanyak 174 di Plaza Tenggara dan 500 di Plaza Selatan.
- Parkir Masjid Albina: Menyediakan lahan untuk 25 mobil dan area luas yang memuat hingga 1000 sepeda motor.
- Lokasi Lainnya: Terdapat juga kantong parkir tambahan di area Akuatik, Lapangan Softball, dan Stadion Madya yang masing-masing mampu menampung ratusan kendaraan roda dua dan roda empat.
Tonton juga video "Mark Feehily Diusahakan Tampil di Konser Westlife GBK Januari 2027"
(kny/zap)

















































