Depok -
KAI Commuter Indonesia (KCI) mengecam keras vandalisme prasarana persinyalan kereta di area emplasement Stasiun Citayam. Enam perjalanan KRL rute Bogor-Jakarta Kota terganggu imbas perusakan kabel tersebut.
"Perangkat kabel (yang dirusak)," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Kamis (23/7/2026).
Dia mengatakan penanganan terkait perusakan kabel persinyalan tersebut akan dilakukan KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Pihak KAI Daop 1 belum memberikan tanggapan soal apakah akan mengambil langkah hukum atas perusakan kabel persinyalan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk penanganan tindak lanjut tersebut nanti akan ada info lanjut dari PT KAI Daop 1 ya," ucapnya.
Perusakan kabel persinyalan tersebut terjadi pada Kamis (23/7) pagi tadi. Kejadiaan ini berimbas pada terlambatnya perjalanan Commuter Line Bogor tujuan Jakarta Kota yang akan masuk ke Stasiun Citayam.
"Hingga pukul 08.00 WIB, Imbasnya dari kejadian tersebut terdapat 6 perjalanan Commuter Line Bogor tujuan Manggarai/Jakarta Kota yang mengalami keterlambatan dengan total kelambatan selama 30 menit," kata Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan.
Leza mengatakan dampak dari tindak vandalisme tersebut sistem persinyalan di Stasiun Citayam terkendala dan dilakukan secara manual untuk pengaturan proses keluar masuk Commuter Line di Stasiun CItayam.
Berikut perjalanan Commuter Line Bogor yang terimbas:
1. Commuter Line Bogor No.1169 relasi Bogor Jakarta - Kota
2. Commuter Line Bogor No.1003 relasi Bogor - Manggarai
3. Commuter Line Bogor No.1171 relasi Bogor Jakarta - Kota
4. Commuter Line Bogor No.1173 relasi Bogor Jakarta - Kota
5. Commuter Line Bogor No.1175 relasi Bogor Jakarta - Kota
6. Commuter Line Bogor No.1177 relasi Bogor Jakarta - Kota
Saat ini petugas terkait telah berhasil melakukan perbaikan prasarana tersebut dan saat ini masih terus melakukan proses penguraian antrean untuk perjalanan Commuter Line yang terlambat sehingga perjalanan Commuter Line normal kembali.
"Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan," tutup Leza.
(jbr/mea)
















































