Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Personel Basarnas Makassar dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut pesawat yang dilaporkan hilang kontak itu dalam tahap pencarian. Target pencarian ada di pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Maros.
"Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, dan menjadi posko Basarnas di dekat lokasi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa dalam keterangan di Jakarta, dilansir Antara, Sabtu (17/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kronologi Pesawat Hilang Kontak
Pada Sabtu (17/1), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan awal terkait hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), pemegang AOC 034.
Pesawat ATR buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adisutjipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG) dengan pilot in command Captain Andy Dahananto.
"Berdasarkan informasi kronologis terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar," ucap Lukman.
Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
"ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur," ujar Lukman.
Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, kata Lukman, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact). Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (distress phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi dengan rescue coordination center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, telah melakukan persiapan pembukaan crisis center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
AirNav Indonesia saat ini juga tengah menyiapkan penerbitan notice to airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan (search and rescue).
2. 400 Personel SAR Dikerahkan
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) diduga kuat telah jatuh di Kabupaten Maros setelah hilang kontak. Sebanyak 400 personel SAR dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Pantauan detikSulsel sekitar pukul 19.00 Wita di posko pencarian di Kampung Panaikang, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sabtu (17/1), sejumlah personel tim SAR berkumpul. Sejumlah warga juga memadati sekitar posko.
Jalan menuju posko pencarian dipadati kendaraan dari berbagai instansi membuat kemacetan. Helikopter milik TNI juga terlibat beberapa kali memutar terbang rendah melakukan pencarian.
3. 11 Orang dalam Pesawat
Pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pesawat itu mengangkut delapan kru dan tiga penumpang.
"Person on board (POB) kru 8 orang, penumpang 3 orang," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan, dilansir detikSulsel, Sabtu (17/1/2026).
Kru Pesawat
Capten Andy Dahananto
Second in Command (SIC) First Officer (FO) Yudha Mahardika
Ex-Check Unit Captain (XCU) atau seorang kapten senior, Sukardi
Flight Operation Officer (FOO) Hariadi
EOB Franky D Tanamal
EOB Junaidi
Flight Attendant (FA) Florencia Lolita
Flight Attendant (FA) Esther Aprilita S
Penumpang
Mr. Deden
Mr. Ferry
Mr. Yoga
4. Rute Penerbangan: Yogyakarta-Makassar
Pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dilansir detikSulsel, Sabtu (17/1), Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan mengonfirmasi bahwa pesawat itu terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.
"(Rute penerbangan) dari Yogya menuju Makassar," ujarnya.
5. Pesawat Dioperasikan KKP
Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pesawat itu disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Kami menerima info dari AirNav Makassar bahwa telah terjadi satu pesawat jenis ATR 400 lost contact milik IAT yang dioperasikan atau disewa oleh KKP," kata Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar, dilansir detikSulsel, Sabtu (17/1/2026).
"Kami langsung menggerakkan tim rescue menuju titik duga, di mana titik duga setelah kami plot, koordinat terakhir yang diberikan oleh ATC itu mengacu di daerah Bantimurung dan sekitarnya," ujarnya.
Personel sudah mendirikan posko SAR gabungan di daerah Bantimurung, Maros. Basarnas juga berkoordinasi dengan TNI untuk menerjunkan satu unit helikopter.
"Pada saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak TNI AU untuk memberangkatkan satu unit helikopter Caracal yang bisa observasi melalui udara," imbuhnya.
6. TNI AU Cek Titik Api Diduga Bekas Ledakan
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport hilang kontak di Kabupaten Maros diduga jatuh di daerah pegunungan. Helikopter Caracal TNI AU dikerahkan untuk memastikan temuan titik api yang diduga bekas ledakan pesawat.
"Kita sudah mengeluarkan tim dari TNI AU, yaitu tim heli Caracal. Tadi sepertinya sudah bisa memonitor bahwa di daerah Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros, itu sudah melihat adanya api," kata Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Bangun mengatakan temuan tersebut diperkuat dengan kesaksian warga setempat yang mendengar suara ledakan. Selain itu, warga juga melihat dari jarak jauh adanya tanda api di sekitar pegunungan.
"Sepertinya seperti itu (pesawat meledak), tapi kita akan pastikan dulu sampai tim darat maupun heli Caracal ini bisa memastikan apakah itu exact location-nya ataupun bukan," tambah Bangun.
(kny/jbr)


















































