5 Hal Kematian dr Icha, 2 Anggota DPRD Terseret Dugaan Intimidasi

6 hours ago 3
Timor Tengah Utara -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang dokter bernama dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Icha (27) ditemukan meninggal gantung diri. Ia diduga depresi setelah diintimidasi dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tenggara Utara (TTU).

"Ditemukan gantung diri di lantai dua sekitar pukul 17.55 Wita. Dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa, almarhum ini mengalami guncangan hebat hingga melakukan percobaan bunuh diri," ungkap paman sekaligus juru bicara keluarga, Fabianus Banase, saat ditemui di rumah duka di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluarga menyebut penyebab Icha meninggal dunia belum bisa dipastikan. Namun, dari Informasi yang diperoleh, Icha diduga diintimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu.

Berikut 5 hal diketahui terkait kematian dr Icha:

1. Sempat Tangani Korban Gigitan Ular

Dokter Icha menangani pasien seorang anak korban gigitan ular hijau. Pasien tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD Kefamenanu yang diterima pada 13 Juni 2026 pukul 12.50 Wita.

Lalu, dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU kemudian mendatangi IGD. Mereka lantas disebut berbicara dengan nada keras kepada Icha.

Diketahui, kedua pria itu adalah anggota DPRD TTU Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Pasien merupakan keponakan Therensius.

Suasana rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupan, NTT, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBaliSuasana rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupan, NTT, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali Foto: Suasana rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupan, NTT, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali

2. Anggota DPRD Membantah

Sementara itu, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah melakukan intimidasi. Therensius menjelaskan keluarga panik karena keponakannya terus mengeluh sakit.

"Kami tidak pernah berniat mengintimidasi tenaga medis. Informasi yang beredar tidak sesuai fakta yang sebenarnya terjadi," kata Therensius dalam keterangan tertulis yang diterima detikBali.


"Kami akui dalam situasi itu nada bicara kami memang sempat meninggi karena panik melihat kondisi pasien. Tetapi sama sekali tidak ada niat untuk mengintimidasi dokter," tambahnya.

3. Polisi Usut

Polres TTU telah memeriksa rekan-rekan dokter Icha yang berada di IGD RS Leona saat dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU. Icha diduga mengalami depresi berat hingga gantung diri.

Para anggota dewan yang diperiksa itu di antaranya Veronika Lake dari PDIP, Norbertus Bani dari PKB, dan Thrensius Lazakar dari Golkar. Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan segera memanggil tiga anggota DPRD TTU itu untuk dimintai klarifikasi.

"Kami dari Polres belum mendapatkan laporan. Namun, berdasarkan berita viral yang sudah tersebar di media sosial, kami sudah melakukan beberapa tindakan kepolisian," ujar Eliana di rumah duka, dilansir detikBali, Minggu (28/6/2026).

"Kami sudah mengambil keterangan dari teman-teman dokter Icha, yang pada saat kejadian itu ada di lokasi IGD," tambahnya.

4. Respons Bupati TTU

Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, buka suara terkait kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha. Ia menyinggung adanya anggota DPRD TTU yang kerap membuat kekacauan akibat pengaruh alkohol saat reses.

"Kejadian dr Icha ini membuka tabir yang selama ini tertutup rapat," ujar Yosep, dilansir detikBali, Minggu (28/6/2026).

"Oknum yang sering ketika melakukan reses, baik sebelum maupun sesudah reses, itu melakukan kekacauan oleh karena pengaruh alkohol," imbuhnya.

Yosep menyayangkan perilaku tidak pantas yang dilakukan anggota dewan tersebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU mendukung upaya yang ditempuh keluarga Dokter Icha hingga mendapatkan keadilan.

"Kami akan mendukung segala upaya yang diambil keluarga dalam rangka memperoleh keadilan," kata Yosep.

Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo.Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Foto: Simon Selly/detikBali

5. Bupati Ancam Bekukan Izin RS

Falen Kebo, mengancam akan membekukan izin operasional RSU Leona Kefamenanu, NTT. Peringatan keras ini disampaikan menyusul kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha.

Falen Kebo mengungkapkan pihak manajemen rumah sakit dinilai tidak transparan dalam memberikan informasi terkait meninggalnya Dokter Icha. Falen mengaku telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) TTU menghentikan proses perpanjangan izin RSU Leona.


"Saya sudah panggil Kadis Kesehatan agar semua pengajuan izin perpanjangan Rumah Sakit Leona di TTU dibekukan," ujar Falen, Minggu (28/6/2026).

"Sampai saat ini, kami tidak menerima satu pun keterangan maupun update dari pihak rumah sakit soal kejadian ini," imbuhnya.

Ia mengaku harus mencari tahu sendiri informasi terkait perkembangan kasus meninggalnya Dokter Icha. Sebagai informasi, Icha merupakan dokter putri daerah yang menempuh pendidikan melalui beasiswa Pemda TTU. Ia bertugas di Puskesmas Bitefa dan diperbantukan di IGD RS Leona.

Falen menilai rumah sakit tersebut hanya memanfaatkan tenaga dokter tanpa memberikan perlindungan yang memadai. Ia kembali menyesalkan sikap manajemen RSU Leona yang tidak tanggap dalam menyampaikan informasi mengenai masalah yang menimpa Dokter Icha.

"Jangan hanya menggunakan tenaganya saja, tetapi berikanlah tanggung jawab sedikit. Saya sampai detik ini tidak mendapatkan laporan apa pun. Ini yang kami sesalkan," tegas Falen.

Selain itu, Falen secara tegas meminta agar bukti rekaman kamera pengawas atau CCTV RS Leona dijaga dan tidak dihilangkan. Bukti rekaman tersebut nantinya akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk keperluan penyelidikan.

"Saya sudah minta Kadis Kesehatan untuk membekukan semua perizinan yang mereka ajukan untuk diperpanjang sampai masalah ini selesai," pungkasnya.

(aik/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |