Jakarta -
Sebanyak 400 peserta tes dengan nilai tertinggi lolos ke tingkat pusat proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Mereka akan melanjutkan tahap Seleksi Terpusat pada April mendatang.
Ujian seleksi masuk SMA KTB menggunakan metode Nusantara Standard Test (NST). Dari total 3.000 peserta yang lolos NST Tahap 1, sebanyak 2.644 siswa hadir mengikuti NST Tahap II, mencatat tingkat partisipasi 88,13 persen dari seluruh Provinsi di Indonesia.
"SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem seleksi dirancang transparan, berbasis data, dan meritokrasi. 400 Peserta yang lolos merupakan representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik tinggi dan evaluasi yang objektif," kata Ketua Tim SPMB Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Dewi Amri dalam keterangannya pada Sabtu (28/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada NST Tahap II, panitia seleksi menguji kompetensi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), di mana seluruh soal dalam Bahasa Inggris. Termasuk Bahasa Inggris sendiri dijadikan materi ujian.
Seleksi penerimaan murid baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara. (dok. Polri)
Cara panitia menghitung skor adalah dengan pendekatan Item Response Theory (IRT), yakni berdasarkan tingkat kesulitan soal yang dianalisis dari pola jawaban seluruh populasi peserta. Pendekatan ini memastikan pengukuran kemampuan berlangsung transparan, objektif, dan presisi.
"Penetapan berdasarkan NST Tahap II memastikan seleksi tetap adil dan memberi ruang kompetisi yang setara bagi seluruh peserta," lanjut Dewi.
Skor NST peserta Top 400 berada pada rentang 630 hingga 770, sementara rata-rata nasional 580. Skor ini menunjukkan bahwa peserta yang lolos berada jauh di atas rata-rata nasional.
Sementara itu Asisten Kapolri bidang SDM selaku Ketua Yayasan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB), Irjen Anwar, menyampaikan dari total 2.644 peserta NST Tahap II, hanya sekitar 15,1 persen yang masuk dalam kategori 5-7 atau baik hingga luar biasa, berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB). Kelompok inilah yang kemudian ditetapkan sebagai 400 peserta terbaik nasional.
Mereka berasal dari SMP di 28 provinsi berbeda. 10 Provinsi dengan jumlah peserta terbanyak meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.
Berdasarkan asal sekolah, peserta berasal dari negeri 44 persen, swasta kurikulum nasional 42,5 persen, dan swasta kurikulum internasional 13,5 persen. "Sistem ini menjaring anak-anak terbaik bangsa tanpa membedakan asal daerah maupun jenis sekolah. Yang dinilai adalah potensi, integritas, dan kapasitas untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan," kata Irjen Anwar.
Komposisi peserta Top 400 terdiri dari 251 atau 62,75 persen laki-laki, dan 149 atau 37,25 persen perempuan Pada tingkat pusat, 400 peserta akan mengikuti rangkaian seleksi akhir yang mencakup tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi dan pendalaman mental kepribadian, uji kesamaptaan jasmani, LGD, serta wawancara orang tua dan siswa.
"Kehadiran peserta dari 28 provinsi menegaskan bahwa agenda membangun generasi unggul adalah agenda nasional. SMA Kemala Taruna Bhayangkara hadir sebagai bagian dari ikhtiar strategis menyiapkan kader bangsa yang siap bersaing secara global," kata Anwar.
Tonton juga video "Membedah 'Kemala Thrives, Leaders Rise' di SMA Kemala Taruna Bhayangkara"
(aud/idh)

















































