WN Liberia Penipu Black Dollar yang Ditangkap di Jakbar Sasar Warga Korsel

4 hours ago 3

Jakarta -

Polisi masih menyelidiki kasus penipuan uang palsu dengan modus black dollar atau dolar hitam yang melibatkan dua warga negara asing (WNA) asal Liberia berinisial SDT dan I. Polisi mengungkap korban dalam hal ini juga merupakan WNA asal Korea Selatan.

"Yang bersangkutan diamankan karena melakukan tindak pidana penipuan terhadap seorang warga negara asing juga dari Korea Selatan dengan modus black dollar," kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan laporan korban, peristiwa terjadi pada September-Desember 2025. Namun, korban baru sadar menjadi korban penipuan pada 8 Maret 2026 hingga membuat laporan polisi ke Polres Metro Jakarta Barat.

Saat ini kedua WN Liberia itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditahan di Polres Metro Jakarta Barat.

"Ini masih dihitung (kerugiannya). Apakah ini berlanjut, continue, jalan beberapa tahap, ini masih dihitung sama Polres Metro Jakarta Barat," ujarnya.

Dua WNA itu ditangkap saat makan di restoran salah satu apartemen di Jakarta Barat. Keduanya ditangkap pada Rabu (18/3). Dalam video yang dilihat detikcom, tampak personel Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mendatangi restoran dan mendapati SDT dan I sedang makan di ruangan dalam gedung apartemen.

Petugas kemudian menunjukkan surat perintah penangkapan terhadap keduanya. Setelah itu, petugas meminta keduanya mengangkat tangan untuk pemeriksaan badan.

Dikutip dari situs resmi CBP, black dollar atau dolar hitam disebutkan bahwa bentuk kertas penipuan uang hitam itu menyerupai mata uang AS dalam hal ukuran dan terkadang terasa mirip saat dipegang. Tetapi dolar hitam itu akan terlihat, seperti kertas hitam, biru, atau putih jika dicek di bawah sinar ultraviolet.

Dalam penipuan uang hitam, pelaku biasanya mengarang cerita tentang warna uang yang berubah akibat bahan kimia untuk menghindari deteksi oleh otoritas Bea Cukai. Pelaku kemudian akan mengarang cerita tentang kebutuhan uang tunai dan menawarkan dolar hitam itu kepada korban dengan harga diskon.

Pelaku akan menjelaskan bagaimana korban dapat 'mencuci' warna uang kertas untuk memperlihatkan mata uang AS yang sebenarnya. Pelaku biasanya mencampur uang asli dengan uang hitam untuk lebih meyakinkan korban. Uang kertas hitam itu adalah uang palsu.

Saksikan Live DetikSore:

Simak juga Video 'Polri Bongkar Kasus E-Tilang Palsu yang Dikendalikan WN China':

(wnv/whn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |