Rencana Pemprov DKI Jakarta membangun kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Sarinah mendapat respons positif dari warga, khususnya para pekerja, yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi. Mereka menilai keberadaan JPO akan membuat aktivitas menyeberang jalan terasa lebih aman dan tenang.
Seperti halnya Amir (57), pekerja yang sudah lama beraktivitas di sekitar Sarinah, mengaku setuju dengan rencana tersebut. Menurutnya, kondisi lalu lintas di kawasan itu sangat padat dengan kendaraan yang melaju cukup kencang.
"Kalau saya pribadi setuju ya. Di sini kan lalu lintasnya padat, kendaraan cepat-cepat semua. Kalau ada JPO, pejalan kaki kan jadi lebih aman," kata Amir saat ditemui di sekitar Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amir mengaku hampir setiap hari menyeberang jalan di kawasan tersebut untuk bekerja pulang dan pergi. Meski saat ini sudah tersedia pelican crossing, ia mengaku masih sering merasa waswas.
"Jujur agak waswas kalau nyebrang langsung di jalan pelican crossing situ, apalagi kalau pas sendiri. Kalau pas jam pulang kantor sih aman-aman saja ya. Soalnya, itu tadi, motor suka nyelonong aja, ngebut, padahal depannya orang nyebrang dan udah jelas rambunya mereka merah (kendaraan), kita hijau," ujarnya.
Ia menilai keberadaan JPO nantinya akan sangat bermanfaat, terutama dari sisi keselamatan pejalan kaki. Amir pun berharap JPO Sarinah dibangun dengan konsep yang ramah untuk semua kalangan.
"Harapannya JPO-nya ramah untuk semua, ada lift atau eskalator, bersih, dan aman. Jangan sampai malah jadi tempat tunawisma atau orang buka lapak. Jadi memang harus dijaga," tuturnya.
Hal senada disampaikan Ahmad Fauzi (35), pekerja lainnya di kawasan Sarinah. Ia menilai JPO masih relevan mengingat Sarinah merupakan kawasan wisata sekaligus perkantoran yang ramai pejalan kaki.
"Saya mendukung. Di sini kan banyak orang lalu lalang. JPO bisa bantu menata arus orang dan kendaraan," ucap Ahmad.
Menurutnya, selain berfungsi sebagai sarana penyeberangan, JPO juga bisa menjadi ikon kota jika dibangun dengan desain yang menarik.
"Kalau desainnya bagus, bisa jadi ikon juga kayak di kawasan HI atau Sudirman," tambahnya.
Meski demikian, sebagian warga juga mengingatkan agar pembangunan JPO benar-benar dibarengi dengan perawatan yang baik agar fasilitas tersebut tetap berfungsi optimal dan tidak terkesan kumuh.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap pihaknya tengah mengkaji jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat, dibangun kembali. Pramono mengatakan salah satu alasan JPO Sarinah dibangun lagi lantaran diperlukan untuk difabel.
"Jadi JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan, terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan," kata Pramono setelah meninjau Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).
Seperti diketahui, JPO Sarinah dibongkar ketika era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. JPO Sarinah diketahui sebagai JPO pertama di Indonesia yang dibangun era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
(bel/zap)


















































