Jakarta -
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengatakan 147 juta orang melakukan perjalanan selama 13 hingga 25 Maret 2026. Dia mengatakan angka ini lebih tinggi dibanding angka yang keluar dari survei Kementerian Perhubungan.
"Berdasarkan positioning data, terhitung sejak tanggal 13-25 Maret, selama 17 hari, jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah 147 juta orang, ini lebih tinggi dr survei kita, lebih tinggi 2,5 persen," ujar Suntan dalam jumpa pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Suntana bersyukur masyarakat Indonesia berbondong melaksanakan hari Lebaran dengan penuh sukacita, dan berjalan aman dan lancar. Dia juga mengatakan seiring banyaknya orang yang melakukan perjalanan selama lebaran, jumlah angkutan umum di momen Lebaran juga mengalami kenaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari jumlah angkutan pada masa Lebaran ini berjumlah 23,5 juta orang, ini mengalami kenaikan, jadi ada pergeseran masyarakat kita memanfaatkan angkutan umum di semua sektor. Seperti di model angkutan jalan, mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen, moda angkatan laut mengalami kenaikan 9,86 persen, moda angkutan udara 6,97 persen," katanya.
Dia mengatakan moda angkutan udara mengalami yang mengalami kenaikan adalah pesawat dan private jet. Selain itu, kereta api juga mengalami kenaikan 10 persen.
"Terjadi kenaikan memang kebutuhan pesawat dan pesawat private jet kebutuhan silaturahmi," katanya.
Kendaraan ke Luar Jabodetabek
Dalam data yang dipaparkan Suntana, dia mengatakan sebanyak 2,90 juta kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek. Ini juga mengalami kenaikan 4 persen dibanding tahun lalu.
"Distribusinya pergerakan 51 persen menuju Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur; 26,5 persen menuju arah barat Banten dan sekitarnya; dan 22 persen menuju arah selatan Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi," ungkapnya.
Sedangkan kendaraan yang masuk wilayah Jabodetabek tercatat 2,7 juta kendaraan. Ini mengalami penurunan sebesar 0,4 persen.
Selain itu, tingkat kecepatan dan ketepatan juga disebut mengalami kenaikan. Tingkat kecepatan dan ketepatan waktu moda darat 74,9 persen, sedangkan moda laut 96,9 persen.
"Ini dibantu dengan BMKG melakukan mitigasi, cuaca masih kita dapat mitigasi dan pelayanan dapat berjalan dengan bagus. Moda penerbangan domestik 76 persen, kereta api 96 persen, kereta api perkotaan 98 persen, dan moda penyeberangan 94 persen," ungkapnya.
(zap/dhn)

















































