Jakarta -
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) harus menyadari tantangan melaksanakan tugas di era digital. Oleh sebab itu, Komjen Dedi mengatakan taruna tak hanya dibentuk untuk memiliki kemampuan memimpin yang kuat (strong leadership), tetapi juga kemampuan memimpin dengan memanfaatkan teknologi digital (digital leadership).
"Taruna ini nanti diajarkan disini bukan hanya sebagai strong leader, atau supervisor di lapangan yang hanya punya kemampuan konvensional, nggak. Kalian itu kita persiapkan, belajar dari pengalaman kemarin, Prof Chrysnanda (Komjen Chrysnanda Dwilaksana) sudah mempersiapkan untuk digital leadership," kata Komjen Dedi Prasetyo saat groundbreaking Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Komjen Dedi meyakini, taruna yang tak paham memanfaatkan teknologi digital akan tertinggal. "Ini suatu kepercayaan dan keniscayaan yang harus betul-betul kalian pahami dan miliki kemampuan itu. Kalau nggak, kamu akan ketinggalan terus itu," imbuh dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini menegaskan taruna adalah calon pemimpin Polri masa depan. Dia menegaskan taruna harus melatih diri untuk mengambil peran kontribusi di mana pun mereka berada, dalam konteks saat ini adalah di Akpol.
"Kalian adalah the next leader, jangan tidur saja. Di lembaga pendidikan ini kalian harus mengambil tanggung jawab. Kamu disini direkrut dengan baik, di sini dididik gratis semuanya, diajarkan berbagai macam teori dengan baik," tegas Komjen Dedi.
Lebih lanjut dia menanamkan kesadaran taruna akan tanggung jawab peran. Oleh sebab itu eks Asisten Kapolri bidang SDM ini menekankan para taruna agar memiliki semangat senantiasa belajar, terutama memanfaatkan fasilitas yang disediakan Akpol.
"Kalau kamu nggak punya tanggung jawab, kamu tidak mengambil peran di situ, ngapain kamu di Akademi Kepolisian sebagai center of excellence ini? Tumbuhkan semangat kalian untuk belajar disini. Saya sampaikan kepada generasi-generasi muda Polri," ujar Komjen Dedi.
Ia kemudian bicara soal pentingnya kemampuan komunikasi publik. Dia ingin para taruna mengantongi sertifikasi pendidikan komunikasi public sebelum lulus dan terjun ke dunia kedinasan.
"Kemampuan berkomunikasi kita ini harus kita perbaiki. Taruna juga diajarkan, bila perlu taruna tingkat 3 atau SIPSS sebelum lulus, minimal dia memiliki sertifikasi pubic speaking. Taruna-taruna itu betul-betul lulus itu, punya kemampuan-kemampuan yang bisa langsung diandalkan," pungkas dia.
(aud/aud)

















































