Viral Macan Tutul Jawa Pincang Diduga Korban Pemburu Liar di Sanggabuana

1 week ago 13

Karawang -

Viral video macan tutul jawa (Panthera pardus melas) berjalan dengan kondisi kaki pincang di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Satwa langka itu diduga menjadi korban aktivitas perburuan liar.

Pembina Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Bernard Triwinarta Wahyu Wiryanta, membenarkan peristiwa dalam video tersebut. Rekaman macan tutul dengan kaki terluka itu berasal dari kamera trap yang dipasang oleh tim ranger SCF saat melakukan penelitian di wilayah hutan Pegunungan Sanggabuana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bernard menuturkan, peristiwa tersebut diduga terjadi pada 5 Oktober 2025. Kamera trap yang merekam macan tutul itu dipasang di bagian timur lereng Gunung Sanggabuana. Dalam potongan video yang sama, juga terlihat beberapa orang yang diduga pemburu liar bersama sejumlah anjing melintas di area tersebut dan berupaya merusak kamera trap.

"Iya, video itu kami dapatkan setelah kami mengambil data yang kami pasang di kamera trap beberapa bulan lalu, itu di sekitar wilayah timur Pegunungan Sanggabuana, bahkan beberapa pemburu liar terlihat melintas dan mencoba merusak kamera trap yang kami pasang," kata Bernard saat dihubungi, seperti dilansri detikJabar, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, SCF saat ini tengah menempuh langkah hukum terkait dugaan perburuan liar tersebut. Langkah itu diambil setelah pihaknya berdiskusi dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam kunjungan ke Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Kabupaten Karawang, beberapa hari lalu.

"Kami juga mengambil upaya hukum, setelah kemarin berdiskusi dengan bapak Kasad di Menlatpur, karena beliau juga merupakan bapak asuh satwa langka yang berada di wilayah hutan Sanggabuana," kata dia.

Bernard menduga, kondisi pincang yang dialami macan tutul jawa tersebut kuat berkaitan dengan aktivitas pemburu liar. Dugaan itu diperkuat dengan temuan para pemburu yang sebelumnya terekam melintas dan merusak kamera trap yang dipasang tim SCF.

"Peristiwa ini kami duga ulah dari pemburu liar, yang sebelumnya juga sempat terlihat melintas dan merusak kamera trap yang kami pasang. Mengingat, tahun lalu kami juga sempat memproses hukum beberapa pemburu yang menjual satwa langka di wilayah Bogor, mungkin terindikasi bahwa pemburu ini merupakan orang yang belum terjaring dari proses hukum sebelumnya," paparnya.

Baca selengkapnya di sini

(idh/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |