Jakarta -
Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Sumatera. Tito mengatakan saat ini, huntara yang selesai dibangun sekitar 50 persen.
Hal itu disampaikan Tito dalam rapat bersama Pimpinan DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Tito mengatakan total ada 16.688 unit huntara yang diusulkan pemerintah daerah.
"Ini totalnya usulan huntara itu 16.688, yang sudah selesai dibangun 8.290 atau 50%. Huntap usulan dari semua Pemda 16.329, yang sedang dibangun 1.254. Ini yang perlu percepatan untuk huntap," kata Tito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menjelaskan huntara di Aceh diusulkan sebanyak 14.697 hunian. Sedangkan, usulan hunian tetap (huntap) sebanyak 9.246 hunian dan sedang dibangun sebanyak 302 hunian.
Kemudian, di Sumatera Utara, sebanyak 993 usulan huntara dan sudah dibangun 893 hunia. Sedangkan, hunian tetap sebanyak 3.462 dan sedang dibangun 297 hunian.
Tito mengatakan, untuk Sumatera Barat, usulan huntara sebanyak 728 hunian dan sudah dibangun 721. Sedangkan usulan huntap sebanyak 3.611 dan sedang dibangun 655 hunian.
Tito mengatakan bagi korban yang tak ingin berada di huntara, akan tetap diberi bantuan dana tunggu hunian sebesar Rp 1,8 juta untuk tiga bulan. Dia mengatakan di Aceh telah tersalurkan 93,87%, di Sumatera Utara 99,47%. Sumatera Barat 97,17% atau lebih kurang 96,48%.
"Ini semua ditransfer by name by address sesuai dengan data yang sudah divalidasi oleh BPS. Ya, di Aceh ada 1.000 unit, kemudian di Sumut ada 1.103 dan di Sumbar 500 huntap," katanya.
Lebih lanjut, Tito mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah divalidasi by name by address, total rumah terdampak bencana mencapai 90.066 unit. Rinciannya, 35.336 rumah rusak ringan, 18.129 rusak sedang, dan 28.885 rusak berat atau hilang hanyut.
"Nah, ada yang yang belum, datanya belum clear karena Pemdanya hanya mengirimkan rusak begitu saja tanpa membuat klasifikasi. Itu ada 5.784 ditambah 1.922 terutama untuk relokasi. Karena dia memang tidak rusak, tapi di tebing, jurang, atau di pinggir sungai yang sangat rawan sekali," jelasnya.
"Nah ini totalnya adalah kami lihat totalnya dari data BPS 90.066. Ini by name by address termasuk rincian di bawahnya lengkap per kabupaten/kota di mana saja, jumlah-jumlahnya juga ada. Aceh itu totalnya adalah 78.628 rumah rusak sedang, berat, hilang. Kemudian yang untuk di Sumatera Utara 5.625 dan Sumatera Barat 5.813," sambungnya.
Tonton juga video "Pemerintah Resmikan 1.300 Unit Huntara untuk Korban Bencana Sumatera"
(amw/dek)

















































