Tetangga Indonesia Ini Berani Kecam China yang Latihan Perangnya Mengepung Taiwan

14 hours ago 4

loading...

Australia kecam latihan perang China yang mengepung Taiwan. Foto/CCTV

SYDNEY - Pemerintah Australia mengecam latihan perang China, di mana kapal-kapal perang Beijing mengepung Taiwan dan melakukan manuver tembak langsung. Latihan itu juga mengerahkan jet-jet tempur yang mensimulasikan serangan terhadap target maritim dan udara.

China selama ini mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan telah meningkatkan latihan perang untuk menyerang dan memblokade pulau yang memerintah sendiri secara demokratis itu dalam beberapa tahun terakhir. Tindakan Beijing telah memicu kekhawatiran di seluruh dunia bahwa janji abadi Presiden Xi Jinping untuk menyatukan kembali China dengan Taiwan dapat terwujud dengan kekerasan.

Latihan perang selama dua hari pada awal pekan ini, yang diberi nama "Misi Keadilan 2025", adalah yang terbesar hingga saat ini dan terjadi setelah Amerika Serikat mengumumkan penjualan paket senjata untuk Taiwan senilai USD16,6 miliar.

Baca Juga: Kepung Taiwan, China Memulai Latihan Tembak Langsung Hari Kedua

Kesepakatan itu tidak diterima dengan baik di Beijing, dengan Kementerian Pertahanan China memperingatkan bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi kedaulatan nasional dan integritas wilayah.

Para analis asing, termasuk di Australia, secara umum sepakat bahwa Taiwan adalah titik rawan yang paling mungkin untuk konflik regional dan bahwa Canberra akan terlibat, baik karena kebutuhan untuk melindungi kepentingan perdagangan atau karena kewajiban untuk mendukung AS yang mempertahankan ambiguitas strategis tentang apakah mereka akan menanggapi invasi China dengan kekuatan.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengatakan pada hari Rabu bahwa tindakan China berisiko membahayakan perdamaian regional.

“Latihan militer dan Penjaga Pantai China di sekitar Taiwan sangat mengkhawatirkan, mengganggu stabilitas, dan berisiko memicu ketegangan regional,” kata departemen tersebut.

“Australia sangat menentang tindakan apa pun yang meningkatkan risiko insiden, kesalahan perhitungan, atau eskalasi. Perbedaan harus dikelola melalui dialog, bukan penggunaan kekerasan atau paksaan," imbuhnya, seperti dikutip dari news.com.au, Kamis (1/1/2026).

“Australia menentang tindakan sepihak apa pun untuk mengubah status quo di Selat Taiwan. Perdamaian dan stabilitas adalah kepentingan kita semua. Para pejabat Australia telah menyampaikan kekhawatiran kepada rekan-rekan mereka dari China," papar DFAT.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |