Tembus Rp 17 M, Laba PDAM Makassar Lampaui Target Tahunan Berkat Efisiensi

1 week ago 21

Jakarta -

Laba Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar tembus Rp 17,3 miliar hingga akhir Juli 2026. Laba tersebut diproyeksikan tumbuh minimal menjadi Rp 20 miliar pada Desember 2026.

"Melihat capaian sampai saat ini, secara pesimistis saja sampai akhir tahun laba perusahaan bisa mencapai sekitar Rp 20 miliar," ujar Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar, Wirda Fauzah kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Wirda mengungkapkan bahwa capaian laba pada pertengahan tahun berjalan bahkan telah melampaui target tahunan sebesar Rp 8,4 miliar yang telah ditetapkan sebelumnya. Dia pun mengungkap jurus jitu di balik performa keuangan perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peningkatan efektivitas kinerja operasional yang dibarengi dengan efisiensi belanja menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja keuangan PDAM Kota Makassar sepanjang 2026," jelasnya.

Lebih lanjut Wirda mengatakan bahwa berdasarkan laporan keuangan hingga Juni 2026, laba perusahaan telah mencapai Rp 15,9 miliar atau sekitar 188,8 persen dari target tahunan. Sementara berdasarkan laporan keuangan hingga akhir Juli 2026, laba perusahaan telah meningkat menjadi Rp 17,3 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pada Juni 2025, laba PDAM Kota Makassar tercatat sekitar Rp 1,8 miliar. Sementara hingga akhir Desember 2025, laba perusahaan mencapai Rp 17,3 miliar.

"Efisiensi belanja dan rasio pegawai menjadi bagian yang sangat memengaruhi kondisi keuangan perusahaan saat ini. Di sisi lain, belanja perusahaan juga kami arahkan untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada pelanggan," ujarnya.

Pengendalian belanja menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kemampuan keuangan perusahaan dengan kebutuhan operasional. Dengan belanja yang lebih terkendali, sumber daya perusahaan dapat diarahkan secara lebih efektif untuk mendukung kegiatan yang memberikan dampak langsung terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat.

"Di sisi lain, peningkatan efektivitas kinerja juga terus didorong melalui optimalisasi produksi dan penguatan kinerja sumber daya manusia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen untuk memastikan peningkatan produktivitas berjalan seiring dengan pengendalian biaya perusahaan," katanya.

Peningkatan laba tersebut juga berpotensi memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah melalui dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kota Makassar. Dengan demikian, peningkatan kinerja perusahaan tidak hanya berdampak terhadap kesehatan keuangan PDAM, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Makassar.

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |