Jakarta -
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera berhasil merelokasi seluruh pengungsi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara (Sumut). Para penyintas bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut kini telah meninggalkan tenda pengungsian dan beralih ke hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) yang dibangun oleh lembaga pemerintah dan nonpemerintah.
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 14 Maret, jumlah pengungsi di tenda mengalami penurunan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. Semula total pengungsi bencana Sumatera yang berada di tenda mencapai 1.314 kepala keluarga (KK), namun kini tersisa 812 KK atau berkurang sebanyak 502 KK.
Saat ini, jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda seluruhnya berada di wilayah terdampak bencana di Aceh. Sementara itu, pengungsi di Sumut telah seluruhnya direlokasi ke hunian yang lebih layak. Capaian ini menyusul keberhasilan relokasi pengungsi di Sumatera Barat (Sumbar) yang lebih dulu dipindahkan seluruhnya ke hunian layak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberhasilan merelokasi seluruh pengungsi di Sumut dan Sumbar tidak terlepas dari percepatan pembangunan hunian sementara di tiga provinsi terdampak bencana. Jumlah huntara yang berhasil dibangun terus mengalami peningkatan.
Dari total rencana pembangunan 19.295 unit huntara di tiga provinsi terdampak, hingga saat ini sebanyak 15.595 unit telah selesai dibangun atau sekitar 80 persen dari target. Di Sumbar, pembangunan huntara telah mencapai 100 persen, di Sumut mencapai 95 persen, sementara di Aceh sekitar 77 persen.
Selain pembangunan huntara, Satgas PRR juga secara bertahap merampungkan pembangunan hunian tetap. Berdasarkan data Satgas PRR Pascabencana Sumatera per 14 Maret, sebanyak 110 unit huntap telah selesai dibangun dari total rencana 36.669 unit. Sementara itu, sebanyak 1.359 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.
Upaya pemerintah dalam menurunkan jumlah pengungsi juga dilakukan melalui pemberian bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana yang tidak memilih tinggal di hunian sementara. Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen kepada 13.728 penerima di tiga provinsi.
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi jumlah pengungsi dengan merelokasi mereka ke hunian yang lebih layak.
Tito memastikan pemerintah tidak akan membiarkan para pengungsi tinggal terlalu lama di tenda. Karena itu, ia memerintahkan lintas sektor untuk mempercepat penyelesaian persoalan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.
"Jadi, kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga, bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda," ujar Tito, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Hal tersebut disampaikan Tito pada Kamis (5/3) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait Pembahasan Percepatan Penanganan Pengungsi Pascabencana Sumatera yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.
(akd/ega)

















































