loading...
Wedding venue, Kapel Kaca 70 meter di atas Samudera Hindia. Foto: Umana Bali
BADUNG - Berdiri di bibir tebing setinggi 70 meter, sebuah kapel menghadap langsung Samudra Hindia menjadi panggung bagi ikrar cinta. Dinding kaca menjulang membingkai bentangan laut tanpa batas yang berubah mengikuti cahaya hari. Debur ombak dari bawah tebing mengiringi setiap prosesi pernikahan, menghadirkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain. Perayaan cinta pun terasa lebih dari sekadar seremoni, melainkan perjalanan emosional yang menyatukan alam, budaya, dan keluarga. Pengalaman itu kini dihadirkan Umana Bali, LXR Hotels & Resorts melalui tujuh paket pernikahan berkapasitas 20 hingga 200 tamu.
Ikon utama rangkaian tersebut adalah The Chapel yang dirancang dengan bentuk segitiga dan dinding kaca transparan. Ruang ini mampu menampung hingga 50 tamu dalam seremoni yang intim. Di sisi lain, Main Pool menawarkan lokasi terbuka berkapasitas 200 tamu dengan panorama laut lepas dan matahari terbenam. Chapel Lawn, Commune Garden, Pad Bar, Three-Bedroom Ocean Pool Villa seluas 1.200 meter persegi, hingga Nusa Indah Ballroom melengkapi pilihan lokasi sesuai karakter perayaan. Karena itu, setiap pasangan dapat menentukan konsep yang paling sesuai dengan kisah mereka.
General Manager Umana Bali, Nicolas Kassab mengatakan, setiap pernikahan dirancang agar meninggalkan kesan mendalam. "Pernikahan harus indah sekaligus bermakna," ujarnya. Menurutnya, konsep tersebut terinspirasi dari Bali Way of Life yang menghormati hubungan antarmanusia, alam, dan komitmen pasangan. Selanjutnya, seluruh rangkaian dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan masing-masing calon pengantin. Pendekatan itu juga membuka ruang bagi perayaan lintas generasi dalam satu destinasi.
Tujuh paket yang disiapkan meliputi The Vows, Timeless Vows, Sacred Harmony, Ocean Serenade, Ever After, Grand Union, hingga Timeless Union at Umana. Paket paling eksklusif menghadirkan privatisasi seluruh 72 vila mewah selama dua malam. Kapasitasnya mencapai 200 tamu, termasuk after-party privat di Nusa Indah Ballroom dan pertunjukan 300 tembakan kembang api. Selain itu, setiap paket mencakup vila berkolam renang privat, perawatan pasangan di Lohma Spa, serta momen bersulang dengan minuman tanpa alkohol. Pasangan juga dapat menambahkan pengalaman kuliner, wellness, maupun masa menginap lebih panjang.
Keseluruhan pengalaman tersebut berpijak pada filosofi Tri Hita Karana yang telah hidup di Bali selama berabad-abad. Hubungan manusia, alam, dan spiritualitas diterjemahkan melalui ritual budaya, sound healing, hingga pertunjukan seniman lokal. Perayaan bahkan dapat ditutup dengan santap bersama di Uma Beach House yang berada di tepi laut. Dengan demikian, pernikahan tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan saja. Seluruh rangkaian berubah menjadi perjalanan yang memadukan kemewahan, budaya, refleksi, dan kebersamaan dalam satu destinasi.
(wur)

















































