Semangat Ibu Korban Banjir Tapteng demi Anak Pakai Baju Baru Saat Lebaran

5 hours ago 4
Tapanuli Tengah -

Warga korban banjir di Tukka, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sri Kasnita Tambunan, membuka pemesanan kue kering menjelang hari raya Idul Fitri atau Lebaran 2026. Sri mengatakan dirinya semangat berjualan kue demi anaknya bisa memakai baju baru saat Lebaran.

Dilansir Antara, Selasa (17/3/2026), Sri merupakan warga Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka. Meski khawatir banjir susulan, Sri tetap berupaya mencari uang demi memenuhi keperluan menjelang Lebaran.

"Karena mata pencaharian suami belum bisa jalan, baju Lebaran juga belum ada khususnya untuk anak-anak. Biar gimana pun, anak-anak juga ingin kita belikan baju baru di Hari Raya nanti," kata Sri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri mengatakan dirinya punya dua orang anak dan orang tua yang harus dibiayai. Dia juga harus membantu perekonomian suaminya yang juga masih bekerja serabutan usai banjir bandang terjadi akhir November 2025.

Dia mengatakan suaminya merupakan teknisi mesin pendingin dari sebuah jenama minuman bersoda. Namun, bencana yang terjadi membuat suaminya tidak memiliki pemasukan lain.

Sri mengatakan dirinya memang rutin membuat kue kering dan dijual ke tetangganya. Sri sudah terbiasa memproduksi kue-kue kering, seperti chocho chips, nastar hingga kembang goyang dan juga akar kelapa yang menjadi andalannya.

Namun, katanya, kondisi saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dia mengatakan pemesanan tahun ini harus dibatasi karena dirinya masih khawatir ada bencana susulan.

"Pesanan banyak, tahun ini. Tapi aku kurangi sedikit karena cuaca juga kan. Kalau sudah mendung dan hujan, pasti kamu tidak bikin kue karena kita harus mengemas barang-barang khawatir banjir susulan datang lagi," kata dia.

Sri memproduksi kue di dapur rumahnya dengan satu oven berukuran sedang. Dia mengatakan pesanan setiap menjelang Lebaran bisa mencapai ratusan toples.

Usaha Sri ini juga membuka lapangan kerja untuk saudaranya. Dia mengajak saudarinya membantu produksi kue kering sehingga bisa menjadi tambahan pemasukan di tengah bencana.

"Sejauh ini, suda habiskan 18 Kg tepung untuk membuat empat sampai lima jenis kue kering," kata Sri.

Sri mengatakan harga paling mahal dari kue kering yang dia produksi sekitar Rp 160 ribu dan yang termurah Rp 80 ribu per kilogram. Sri bersama dengan saudarinya bisa menerima pesanan hingga 8 Kg tahun ini.

Kondisi rumah Sri sendiri masih belum pulih total usai banjir. Masih ada bekas air banjir di atap dan tembok rumahnya.

Sariani Tambunan, yang membantu Sri, juga merasa terbantu dengan keberanian Sri untuk tetap membuka pesanan. Menurut Sariani, dirinya juga bisa mendapatkan upah yang bisa dimanfaatkan untuk bertahan hidup usai bencana.

"Membantu ini, kita juga kan jadi ada pemasukan buat setidaknya sehari-hari lah, dan tabungan buat Lebaran nanti," kata Sariani.

Simak juga Video 'Tubuh Kuat, Agar Mudik Selamat':

(haf/imk)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |