Satgas Yonif 742/SWY Renovasi Gereja dan Gelar Pengobatan Gratis di Pedalaman Lani Jaya

6 hours ago 3

LANI JAYA - Kehadiran prajurit TNI di pedalaman Papua kembali menghadirkan kisah penuh kepedulian. Personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) tak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah, tetapi juga bergotong royong merenovasi Gereja GIDI (Aboa) serta memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat Kampung Andugume, Distrik Wanobarat, Kabupaten Lani Jaya, Papua Pegunungan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) itu menjadi bukti nyata pendekatan humanis yang terus dikedepankan TNI dalam membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah penugasan.

Sejak pagi, sebanyak 18 personel Titik Kuat (TK) Andugume yang dipimpin Komandan Tim Tempur (Dantimpur) 1, Letda Inf Iwan Agus Wijana, bergerak menuju Gereja GIDI (Aboa) berdasarkan arahan Komandan Pos (Danpos) TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han).

Kedatangan para prajurit disambut hangat oleh Gembala Sidang Gereja GIDI (Aboa), Pendeta Herianus Telenggeng, bersama jemaat dan warga setempat.

Tanpa menunggu lama, personel TNI bersama masyarakat langsung bekerja bahu-membahu membersihkan lingkungan gereja, memperbaiki bagian atap yang rusak, mengecat dinding, hingga menata fasilitas pendukung agar rumah ibadah tersebut kembali nyaman digunakan untuk kegiatan keagamaan.

Suasana gotong royong yang tercipta menunjukkan eratnya hubungan antara prajurit dan warga yang selama ini terjalin di wilayah pedalaman Papua.

Tak hanya memperbaiki tempat ibadah, Satgas Yonif 742/SWY juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi jemaat dan masyarakat sekitar.

Bintara Kesehatan (Bakes) TK Andugume, Sertu Nasrul Wahab, membuka pos kesehatan lapangan untuk melayani pemeriksaan kesehatan warga. Mulai dari pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat-obatan dilakukan secara cuma-cuma sesuai keluhan yang dirasakan masyarakat.

Program tersebut mendapat respons positif dari warga yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Kehadiran tim medis lapangan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Momen paling mengharukan terjadi saat waktu istirahat tiba. Di halaman gereja yang sedang direnovasi, para prajurit duduk bersama warga menikmati hidangan sederhana berupa ubi dan jagung rebus hasil kebun masyarakat.

Tak ada jarak antara aparat dan warga. Suasana kekeluargaan yang hangat begitu terasa, memperlihatkan bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar hubungan formal, melainkan persaudaraan yang tumbuh dari kebersamaan dan saling peduli.

Kebersamaan tersebut menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat yang terus dibangun melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan.

Danpos TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk hadir membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

"Kami hadir bukan hanya untuk memberikan rasa aman, tetapi juga membawa kedamaian dan membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat. Melihat warga dapat beribadah dengan nyaman dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami, " ujarnya.

Menurut Aditya, keberadaan Satgas di wilayah Papua harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., memberikan apresiasi atas dedikasi para personel yang terus menjalankan misi kemanusiaan di tengah tugas pengamanan wilayah.

"Kegiatan karya bakti ini merupakan implementasi nyata komitmen Satgas Yonif 742/SWY untuk hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat. Melalui renovasi rumah ibadah dan pelayanan kesehatan, kami tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga membangun kepercayaan serta ikatan batin yang kuat dengan masyarakat, " tegasnya.

Menurut Dedi, hubungan harmonis antara TNI dan rakyat menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan kedamaian di Papua.

Rasa syukur dan haru terpancar dari wajah jemaat Gereja GIDI (Aboa) atas kepedulian yang diberikan para prajurit.

Pendeta Herianus Telenggeng mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satgas Yonif 742/SWY yang telah membantu memperbaiki gereja sekaligus memberikan pelayanan kesehatan bagi warga.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih, masyarakat menyerahkan satu karung sayur-mayur hasil kebun kepada para prajurit. Hadiah sederhana tersebut menjadi simbol kuat kedekatan emosional yang terjalin antara TNI dan masyarakat Papua.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang berlangsung penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pihak yang hadir.

(PERS)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |