RSCM Sebut Psikologis Andrie Yunus Stabil, Bakal Jalani Operasi Lanjutan

1 day ago 2
Jakarta -

RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan kondisi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras. RSCM menyebut psikologis Andrie cukup stabil.

"Secara umum, kondisi psikologis pasien dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat," kata Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara dilansir Antara, Rabu (1/4/2026).

Dia mengatakan tim medis terus memberikan dukungan psikologis untuk memastikan pasien tetap tenang dan mampu mengikuti proses perawatan. Dia menyebutkan Andrie masih dalam pemantauan tim medis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga saat ini, pasien masih berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan terkait lainnya guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkesinambungan," tutur Yoga.

Dia menjelaskan, kondisi luka Andrie menunjukkan perbaikan. Dia menyebutkan sebagian besar luka telah menutup dan kering, ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.

"Rencana evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali minggu ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik, masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan," ucap Yoga.

Dia mengatakan pasien menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya pada Sabtu (28/3). Saat ini, keluhan nyeri minimal dan tidak ditemukan tanda infeksi. Selama operasi, ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata.

"Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva. Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan," tutur Yoga.

Dia mengatakan penutupan itu direncanakan berlangsung sekitar empat bulan. Setelah itu, tim medis melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Pemantauan kondisi mata akan dilakukan secara berkala sesuai perkembangan pasien. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," ujar Yoga.

Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) malam. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI kemudian menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempatnya diketahui merupakan anggota Denma Bais TNI dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI," kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto saat konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3).

Adapun keempat tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Puspom TNI tengah melakukan pendalaman.

"Ini sekarang yang diduga empat tersangka sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan," kata Yusri.

(haf/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |