Ramaikan Dunia Balap Wanita, Simpati Woman Rally Team Siap Tampil Kejurnas Sprint Rally 2026

3 hours ago 2

loading...

Ramaikan Dunia Balap Wanita, Simpati Woman Rally Team Siap Tampil Kejurnas Sprint Rally 2026. Foto: SINDOnews/Susanto

JAKARTA - Dunia motorsport Indonesia kedatangan tim baru yang membawa semangat berbeda. Simpati Woman Rally Team (SWRT) resmi diperkenalkan sebagai tim reli yang seluruh perelinya merupakan perempuan Indonesia. Tim ini diperkuat tiga nama potensial, yakni Diva Zahra, Larasati, dan Patricia Revalina.

SWRT dibentuk atas inisiatif pereli nasional Rifat Sungkar sebagai bentuk komitmennya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang di dunia reli nasional. Kehadiran tim ini diharapkan menjadi bukti bahwa pereli wanita juga mampu tampil kompetitif dan bersaing di level tertinggi motorsport Indonesia.

Baca Juga: Profil Diva Zahra, Pembalap Cantik yang Tampil Moncer di Kejurnas Sprint Rally 2025

Dalam tiga tahun terakhir, Rifat aktif membimbing Diva Zahra yang tampil konsisten di berbagai ajang Sprint Rally nasional. Perkembangan positif tersebut menjadi salah satu alasan utama lahirnya SWRT dengan visi menjadi tim reli wanita terbaik di Indonesia sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani menekuni dunia otomotif.

“Selama tiga tahun terakhir saya melihat langsung perkembangan para pereli wanita ini, terutama Diva yang menunjukkan dedikasi dan progres luar biasa di Sprint Rally. Dari situ saya semakin yakin bahwa perempuan Indonesia memiliki kemampuan yang sangat kompetitif di dunia reli. SWRT dibentuk bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membuka jalan dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak perempuan muda agar berani masuk ke dunia motorsport,” ujar Rifat Sungkar.

Ramaikan Dunia Balap Wanita, Simpati Woman Rally Team Siap Tampil Kejurnas Sprint Rally 2026

Inspirasi Rifat membentuk tim reli wanita juga datang dari sosok ibunya, Kamaria Ekawanti Gondokoesoemo atau Ria Sungkar. Ria dikenal sebagai salah satu pereli wanita Indonesia yang aktif sejak 1972 dan masih sempat mengikuti ajang reli pada era 2000-an. Pengalaman tersebut membuat Rifat percaya perempuan Indonesia memiliki kemampuan besar untuk berprestasi di cabang olahraga yang selama ini identik dengan dominasi pria.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |