Sejumlah warga mulai melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 lebih awal pada akhir pekan terakhir Ramadan ini. Beberapa titik keberangkatan, seperti stasiun, jalan tol, hingga pelabuhan, mulai dipadati pemudik yang memilih berangkat lebih cepat sebelum puncak arus mudik.
Pilihan waktu perjalanan mudik lebih awal ini dilakukan dengan berbagai alasan. Ada yang sudah mendapatkan libur kerja lebih dulu, ada pula yang sengaja menghindari kepadatan lalu lintas yang diperkirakan meningkat menjelang hari-hari terakhir sebelum Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjuangan Dapat Tiket Kereta Lebih Awal
Sebagian warga memilih mudik lebih awal menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Namun mendapatkan tiket tidak selalu mudah karena tingginya minat masyarakat yang ingin pulang kampung.
Salah seorang pemudik, Erky, mengaku harus memantau ketersediaan tiket setiap hari agar bisa mendapatkan kursi kereta tujuan Semarang. Ia menyebut proses pencarian tiket cukup menantang karena sering kali sudah habis ketika hendak dipesan.
"Penuh perjuangan sih. Kadang-kadang waktu kita mau nyari itu udah habis. Kita pantau terus siapa tahu ada yang batalin atau mungkin ada tambahan gerbong gitu. Jadi kita harus sering-sering rajin mantau tiap hari," kata Erky saat ditemui di Stasiun Gambir, Minggu (15/3/2026).
Erky mengatakan perjalanan ini juga menjadi pengalaman pertamanya kembali naik kereta setelah pandemi COVID-19. Ia menilai mudik dengan kereta terasa lebih nyaman dibandingkan moda transportasi lain.
Ada yang Pesan Tiket Sejak Sebulan Lalu
Pemudik lain, Tri Budiarto, mengaku lebih mudah mendapatkan tiket karena sudah memesan sejak jauh hari. Ia memilih jadwal keberangkatan pada 15 Maret setelah masa kerja di kantornya selesai sehari sebelumnya.
"Ya, karena dari perusahaan yang saya ini udah mulai libur. Waktu terakhir kerja itu tanggal 14 kemarin. Oh, makanya nyari tiket tuh yang tanggal 15," kata Tri kepada wartawan di Stasiun Gambir, Minggu (15/3/2026).
Tri yang hendak mudik ke Solo juga telah menyiapkan tiket untuk kembali ke Jakarta. Ia bahkan menambah masa cuti agar tidak harus kembali saat puncak arus balik.
"Kalau tiket baliknya alhamdulillah gampang. Karena saya nambah cuti sampai tanggal 31," ucapnya.
Mudik Lebih Awal untuk Hindari Kepadatan
Sementara itu, sejumlah warga memilih berangkat lebih awal agar terhindar dari kepadatan lalu lintas di jalur mudik. Ahmad, pemudik asal Surabaya, berangkat menuju Jambi melalui Pelabuhan Merak.
Ia mengaku memulai perjalanan dari Surabaya sekitar pukul 23.00 WIB dan tiba di Merak sekitar pukul 13.00 WIB keesokan harinya. Menurutnya, perjalanan relatif lancar karena belum memasuki masa puncak arus mudik.
"Saya ingin bertemu dengan keluarga di Jambi, sudah lama tidak ke sana," ucapnya kepada wartawan di Pelabuhan Merak, Minggu (15/3/2026).
Ahmad menyebut alasan utama berangkat lebih awal adalah untuk menghindari kemacetan yang biasanya terjadi menjelang hari-hari terakhir sebelum Lebaran.
"Biar nggak macet, jadi lebih sepi," katanya.
Memanfaatkan Waktu Libur Sekolah Anak
Pergerakan pemudik yang berangkat lebih awal juga terlihat di sejumlah rest area. Rest area Km 43 Tol Jakarta-Merak mulai ramai disinggahi kendaraan pribadi yang menuju Pelabuhan Merak untuk menyeberang ke Sumatera.
Darmawan, salah seorang pemudik asal Jakarta, mengatakan ia bersama keluarga memanfaatkan waktu libur sekolah anak untuk berangkat lebih awal menuju Lampung. Ia berharap perjalanan bisa lebih nyaman sebelum arus kendaraan meningkat.
"Kebetulan sekolah anak sudah libur dan kerjaan di Jakarta sudah selesai jadi saya pilih mudik awal," ucapnya kepada wartawan, seperti dilansir Antara, Minggu (15/3/2026).
Ia berangkat dari Tebet, Jakarta Selatan sekitar pukul 10.25 WIB dan tiba di rest area Km 43 sekitar pukul 12.10 WIB. Menurutnya, kondisi lalu lintas sepanjang perjalanan masih cukup lancar.
"Perkiraan sampai ke pelabuhan pukul 14.30 WIB. Kita jalan santai aja, tidak buru-buru juga. Kondisi masih lenggang ini," tuturnya.
Petugas memprediksi kepadatan arus mudik di jalur menuju Merak akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 seiring dimulainya masa libur bersama bagi pekerja maupun aparatur sipil negara.
(wia/idh)

















































