Pusat Penelitian-Pengembangan Animasi dan Game RI Diresmikan di China

5 hours ago 1

Jakarta -

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon meresmikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia di Shanghai, China. Peresmian ini menandai penguatan kerja sama budaya Indonesia-China di bidang budaya digital, khususnya animasi, game, pengembangan kekayaan intelektual berbasis budaya, penguatan talenta, serta kolaborasi riset dan industri.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan bahwa fasilitas ini menjadi penanda babak baru kerja sama budaya Indonesia-China yang semakin berorientasi pada penciptaan bersama.

"Hari ini, kita membuka ruang baru bagi perjumpaan antara budaya, teknologi, talenta, kreativitas, dan masa depan. Pusat ini menandai pergeseran dari cultural exchange menuju cultural co-creation, dari pertukaran karya menuju produksi bersama yang menghasilkan talenta, IP, riset, teknologi, dan karya kreatif yang menjangkau dunia," ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peresmian Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia di Shanghai, China, berlangsung pada Sabtu (25/4).

Menurutnya, selama 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan China, kerja sama kedua negara telah dibangun atas landasan sejarah, perdagangan, diplomasi, serta hubungan antar-masyarakat atau people-to-people.

"Ke depan, hubungan tersebut akan semakin banyak digerakkan oleh generasi baru, termasuk animator, game developer, storytellers, desainer karakter, seniman visual, programmer, produser, akademisi, dan entrepreneur digital," tambah Fadli Zon.

Fadli Zon menilai China merupakan salah satu pusat utama industri budaya digital dunia, dengan ekosistem teknologi, skala produksi, jaringan industri, distribusi, dan kemampuan komersialisasi yang sangat kuat. Di sisi lain, Indonesia memiliki salah satu cadangan budaya terkaya di dunia atau mega-diversity, yang dapat menjadi sumber narasi, karakter, visualitas, dan world-building bagi pengembangan karya digital.

"Bagi para kreator, Indonesia adalah semesta cerita. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan budaya ini diolah secara kreatif, akurat, dan kompetitif; bagaimana budaya tidak berhenti sebagai ornamen visual, tetapi menjadi sumber pengetahuan, narasi, karakter, dan world-building yang kuat," tegasnya.

Fadli Zon juga menekankan bahwa animasi dan game merupakan bagian dari Cultural and Creative Industries (CCIs) yang sangat strategis. Industri game global diproyeksikan mencapai lebih dari 275 miliar dolar AS pada 2026, dengan pertumbuhan yang didorong oleh mobile gaming, e-sports, cloud gaming, dan distribusi digital.

"Indonesia berada di tengah dinamika besar tersebut. Pada Kuartal I 2026, Indonesia mencatat sekitar 870 juta unduhan mobile game, tertinggi di Asia Tenggara. Indonesia juga memiliki sekitar 192 juta gamers, atau sekitar 43% dari total gamers Asia Tenggara. Nilai pasar game domestik Indonesia diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar AS," jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pasar game Indonesia masih sangat didominasi oleh game asing, sementara porsi game lokal masih relatif kecil. Karena itu, Indonesia perlu bergerak dari posisi sebagai konsumen menuju produsen, pencipta, pengembang, dan eksportir IP budaya digital.

"Kita harus memastikan bahwa Indonesia tidak berhenti sebagai konsumen, tetapi mulai bergerak menjadi produsen, pencipta, pengembang, dan eksportir IP budaya digital. Untuk itu, kita perlu memperkuat ekosistem melalui pembiayaan, riset, teknologi, manajemen produksi, kualitas talenta, pemasaran, distribusi, serta perlindungan IP," ujar Fadli Zon.

Dalam kerangka kebijakan kebudayaan nasional, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) juga memperkuat agenda budaya digital melalui pembangunan Cultural Data Hub, penyusunan standar digitalisasi budaya, penguatan IP berbasis budaya, serta pengembangan ekosistem inovasi digital seperti AI, AR/VR, game, animasi, instalasi digital, dan video mapping.

Lebih lanjut, Fadli Zon menyampaikan bahwa melalui Gerbang Budaya Indonesia, Kemenbud telah menghimpun ribuan data budaya dalam bentuk foto, video, 3D, VR, dan peta digital.

"Digitalisasi warisan budaya juga telah menghasilkan lebih dari 4.300 aset, termasuk 3D modelling dan scanning. Selain itu, program Budaya GO! telah melibatkan ratusan tim dan ribuan peserta dari puluhan provinsi, sementara program IP-Nesia berbasis budaya mulai mendorong lahirnya game dan animasi yang bersumber dari kekayaan budaya Indonesia," jelasnya.

Sebanyak 11 lembaga mitra juga menerima penghargaan atas dukungannya terhadap pengembangan pusat ini. Para mitra tersebut meliputi Inkubator Industri Permainan Shanghai dan Shanghai Shixiang Enterprise di bidang permainan; Shanghai Ranmai Network Technology, Shanghai Qianyi Information Technology, dan Beijing Tunan Shengyi di bidang video drama pendek; Asosiasi Riset Budaya Pariwisata Henan dan Shuhai Consulting di bidang pendidikan dan pelatihan; serta Beijing Jiashiqiao International Technology Cultural Development di bidang film dan televisi.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menyampaikan enam harapan terhadap didirikannya pusat ini, yaitu pengembangan IP bersama berbasis cerita, karakter, nilai, dan lanskap budaya Indonesia dan China; penguatan talenta animasi dan game; penguatan kolaborasi pemerintah, universitas, dan industri; pengembangan basis data dan aset budaya digital secara bertanggung jawab; perluasan akses karya ke pasar Indonesia, China, Asia Tenggara, dan global; serta penguatan diplomasi budaya melalui karya digital.

"Kita berada pada masa ketika batas antara budaya, teknologi, dan ekonomi semakin menyatu. Warisan budaya harus kita lindungi, tradisi harus kita hidupkan, dan komunitas budaya harus diperkuat. Pada saat yang sama, kebudayaan Indonesia harus hadir di ruang digital, masuk ke rantai nilai ekonomi, menjadi sumber IP, dan menjangkau generasi baru di seluruh dunia," ujar Fadli Zon.

Fadli Zon berharap Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia dapat menjadi jembatan antara teknologi China dan imajinasi budaya Indonesia, antara talenta muda kedua bangsa dan pasar global, serta antara persahabatan diplomatik dan karya kreatif yang nyata.

"Semoga pusat ini menjadi ruang kolaborasi yang produktif, inklusif, berkelanjutan, dan membawa manfaat besar bagi masa depan kedua bangsa," pungkas Fadli Zon.

Sebagai informasi, peresmian ini turut dihadiri pula oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI, Prof. Bambang Wibawarta; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Endah Retnoastuti; Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah; Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir; serta para mitra industri, pelaku animasi, pengembang game, akademisi, dan kreator digital.

Simak juga Video 'Cak Imin Soroti Modus Baru Kejahatan Digital di Game Online':

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |