Jakarta -
Bulan Ramadan telah usai, namun sebagian umat Islam masih memiliki kewajiban mengganti puasa yang tertinggal karena alasan tertentu seperti sakit, safar, atau uzur lainnya. Kewajiban mengganti puasa ini dikenal dengan puasa qadha Ramadan. Lantas, kapan waktu dan bagaimana pelaksanaannya?
Puasa qadha menjadi bagian dari penyempurnaan ibadah Ramadan yang dianjurkan untuk segera ditunaikan agar tidak menumpuk hingga Ramadan berikutnya. Berikut penjelasan waktu puasa qadha, bacaan niat, serta tata cara pelaksanaannya berdasarkan informasi yang dihimpun dari situs resmi Kementerian Agama dan Baznas.
Waktu Puasa Qadha
Puasa qadha Ramadan dapat dilaksanakan di luar bulan Ramadan setelah Hari Raya Idulfitri. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak 2 Syawal hingga sebelum memasuki Ramadan berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait waktu pelaksanaannya, 2 Syawal 1447 Hijriah bergantung pada penetapan Idulfitri. Berdasarkan keputusan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sehingga 2 Syawal 1447 H bertepatan dengan Minggu, 22 Maret 2026. Sementara itu, Muhammadiyah melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026, sehingga 2 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Umat Islam dianjurkan untuk segera mengganti puasa yang ditinggalkan agar kewajiban dapat segera terpenuhi. Ketentuan ini sejalan dengan ajaran dalam Al-Qur'an bahwa orang yang tidak berpuasa karena uzur wajib menggantinya pada hari lain ketika sudah mampu melaksanakan puasa.
Puasa qadha dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun di luar Ramadan. Namun, pelaksanaannya sebaiknya tidak ditunda hingga mendekati Ramadan berikutnya agar tidak memberatkan dan tetap tertib dalam menunaikan kewajiban ibadah.
Bacaan Niat Puasa Qadha
Adapun niat puasa qadha dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar, sebagaimana niat puasa wajib Ramadan. Niat menjadi bagian penting karena menjadi pembeda antara puasa qadha dan puasa sunnah.
Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadan:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi ramadhana lillahi ta'ala.
- Artinya: Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadan karena Allah Ta'ala.
Niat tersebut dapat disesuaikan dengan jumlah hari puasa yang akan diganti selama tetap menghadirkan niat dalam hati untuk menunaikan qadha Ramadan.
Tata Cara Puasa Qadha
Pelaksanaan puasa qadha pada dasarnya sama dengan puasa Ramadan. Umat Islam perlu memenuhi rukun dan syarat puasa agar ibadahnya sah.
Berikut tata cara puasa qadha Ramadan:
- Berniat puasa qadha pada malam hari sebelum fajar
- Melaksanakan sahur sebagai sunnah untuk menguatkan ibadah
- Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
- Menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa
- Berbuka puasa saat matahari terbenam
Puasa qadha dapat dilakukan secara berturut-turut atau terpisah sesuai kemampuan masing-masing.
Simak juga Video 'Momen Trump Sebut Selat Hormuz jadi 'Selat Trump'':
(wia/imk)

















































