Perang Dagang Mencekam, China Balas Tarif Impor 34% untuk Semua Barang dari AS

8 hours ago 2

loading...

China mengumumkan tarif 34% untuk semua produk yang diimpor dari Amerika Serikat (AS). Balasan tarif ini meningkatkan tensi perang dagang. FOTO/iStock

JAKARTA - China mengumumkan akan mengenakan tarif 34% untuk semua produk yang diimpor dari Amerika Serikat (AS) pada Jumat (4/4). Balasan tarif ini meningkatkan tensi perang dagang antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini.

Langkah tersebut diambil dua hari setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif yang sama untuk semua impor China sebagai bagian dari apa yang disebutnya sebagai tarif resiprokal pada daftar panjang mitra dagang AS.

Dikombinasikan dengan 20% pungutan lain yang telah diberlakukan Trump terhadap barang-barang China sejak kembali menjabat pada Januari, total tarif AS untuk beberapa barang China setidaknya mencapai 54%. Mengumumkan tarif baru di sebuah acara di Gedung Putih pada hari Rabu, Trump menyebut China sebagai salah satu negara yang memperlakukan kita dengan buruk.

China, salah satu mitra dagang terbesar AS, mendesak pemerintahan Trump untuk segera membatalkan tarif tersebut dan menyelesaikan perselisihan dagang melalui konsultasi dengan cara yang setara, saling menghormati, dan saling menguntungkan.

"Tarif terbaru AS tidak sesuai dengan aturan perdagangan internasional, secara serius merugikan hak-hak dan kepentingan sah China, dan merupakan tindakan khas penindasan sepihak," ujar Kementerian Keuangan China dalam sebuah pernyataannya, dikutip dari NBC, Sabtu (4/4/2025).

"Hal ini tidak hanya merusak kepentingan AS tetapi juga membahayakan perkembangan ekonomi global dan stabilitas rantai pasokan."

"Tarif China untuk barang-barang AS akan mulai berlaku pada Kamis mendatang," kata kementerian tersebut. Tarif baru AS atas barang-barang China mulai berlaku pada Rabu. China juga membidik sektor pertanian AS dengan mengumumkan penangguhan impor produk ayam dari tiga perusahaan AS, dan impor sorgum dari C&D (USA) Inc, dengan alasan masalah kesehatan.

Kementerian Perdagangan China mengatakan telah mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WHO) atas tarif 34% yang diumumkan Trump pada hari Rabu.

"China selalu menjadi pembela setia tatanan ekonomi dan perdagangan internasional dan pendukung kuat sistem perdagangan multilateral," ujar juru bicara kementerian. "Kami mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik-praktiknya yang keliru dan membatalkan langkah-langkah tarif sepihak."

Kementerian Perdagangan menambahkan 11 perusahaan AS ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, melarang mereka mengimpor dari atau mengekspor ke China, dan 16 perusahaan ke dalam daftar pengawasan ekspor. Selain itu, Kementerian Perdagangan mengumumkan investigasi anti-dumping terhadap tabung CT X-ray medis impor dari AS dan India dan kontrol ekspor baru pada tanah jarang termasuk samarium, gadolinium, terbium, disprosium, lutetium, skandium, dan yttrium yang dimulai pada Jumat (4/4).

(nng)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |