Penjual Tikar di Ragunan: Pembeli Menurun Lebaran Ini

3 hours ago 5

Jakarta -

Nenek Ameh, salah satu penjual tikar di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan (Jaksel) mengatakan tahun ini jumlah pembeli menurun. Nenek Ameh bukan penjual musiman, dia memang sehari-hari berjualan tikar di depan gerbang Ragunan.

Lansia 60 tahun ini berjualan tikar sejak 2020. Selembar tikar harganya Rp 10 ribu.

"Saya jual tikar karena bapaknya sudah pensiun. Kan dia di PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan), sudah enggak bisa, umurnya sudah 60, sudah enggak boleh kerja lagi. Sudah, menganggur bapaknya di rumah," ujar Ameh kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nenek Ameh mengatakan hasil penjualan tikar digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Pencaharianlah. Lah iya, bapaknya enggak kerja, gimana? Kita ikhlas jalaninnya," sambung dia.

Nenek Ameh mengaku penjualan tikarnya menurun. Awal berjualan tikar, dia bisa mengantongi Rp 1,2 juta selama empat hari. Namun kini dalam sehari hasil jualan yang dibawa pulang sekitar Rp 150 hingga 200 ribu.

"Lebaran ini agak sepi. Agak sepi, biasanya tuh satu ikat 50 lembar habis. Sekarang cuma 20-15, sepi. Enggak kayak tahun dulu tuh, ramai. Tahun 2020, ramai tuh. Kalau empat hari, Rp 1,2 juta. Iya, iya kalau jual sepuluhan (10 ribu per ikat)," jelas Nenek Ameh.

Nenek Ameh menduga turunnya penjualan tikar karena banyak warga yang memilih mudik. "Memang lagi sepi, rezeki nggak ketukar, sudah diatur Tuhan. Pada pulang kampung semua (pengunjung). Kalau tahun kemarin kan banyak yang jalan-jalan, di sini enggak banyak," ucapnya.

Nenek Ameh, penjual tikar di depan gerbang Taman Margasatwa Ragunan, Jaksel.Foto: Nenek Ameh, penjual tikar di depan gerbang Taman Margasatwa Ragunan, Jaksel. (Devi Puspitasari/detikcom)

(dvp/aud)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |