Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyesalkan rusaknya trotoar di Jalan Alternatif Sentul, Kecamatan Sukarja, Kabupaten Bogor akibat kerap dilintasi sepeda motor. Menurutnya, hal tersebut merugikan masyarakat yang menggunakan fasilitas pejalan kaki itu.
"Sangat menyesalkan, kan itu fasilitas umum jadi rusak. Terus masyarakat yang menikmati, ada yang suka nongkrong di situ. Kan ada memang ada kursi-kursi untuk orang duduk ya," kata Kadis PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, Kamis (13/8/2026).
Sebagai tindak lanjut awal, dia mengatakan akan melakukan perbaikan terhadap trotoar itu. Menurutnya meski ada petugas yang patroli, pemotor tetap membandel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan kita perbaiki sih. Makanya kita juga bingung. Setahu saya sih sekarang itu dari pihak kepolisian pun sudah mengamankan juga sih. Tapi pun masih tetap aja ada yang bandel ya melalui jalur itu," jelasnya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak lain agar mencegah hal serupa terulang. Termasuk untuk menindak para pengendara yang melanggar aturan.
"Ya (trorotar) itu memang buat orang, nggak boleh untuk kendaraan kan. Jadi kalau ada kendaraan baik melawan arah maupun satu arah itu melanggar sih," sebutnya.
"Tapi kan itu membahayakan orang lain yang lagi jalan, ya apa gitu kan. Karena itu kan orang lewat ya," tambah dia.
Trotoar Sentul Dilintasi Motor
Sebelumnya, trotoar di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Bogor kerap dilintasi pemotor sampai rusak. Warga setempat bernama Amir (58) mengungkap pemotor yang mengantar siswa ke sekolah enggan untuk memutar balik karena lebih jauh.
"Ada SMP belakang perumahan sini. Iya, nanti kalau muter mah jauh. Lewat sini (trotoar) saja terus," kata Amir, yang kerap berjualan batu akik di lokasi pada pagi hari, Kamis (6/8).
Amir mengatakan sesekali ada polisi lalu lintas yang berjaga di sekitar lokasi. Pada saat itu, katanya, baru pemotor tak berani melintas di trotoar.
"Kalau ada polisi mah nggak boleh, dijaga di sini juga. Kalau umpama polisi ada di situ mah sampai sini aja (tidak sampai trotoar) semua motor mah," ungkapnya.
"Iya, anak sekolah semua (yang lewat). Ya kadang-kadang ada juga tukang jualan gitu lewat sana, tukang tempe apa tukang apa gitu ya," imbuhnya.
Amir menyayangkan aksi para pemotor melintas di trotoar. Sebab, katanya, trotoar yang baru direnovasi itu kini jadi rusak parah.
"Memang baru-baru ini aja (rusaknya). Baru dibangun aja udah pada itu rusak soalnya kan motor masuk ke situ semua. Jadi kalau ada polisi doang nggak bisa," imbuhnya.
(rdh/jbr)

















































