MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan Perdamaian di Lebanon Usai 3 TNI Gugur

9 hours ago 4

Jakarta -

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon Selatan akibat serangan Israel. Muzani meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan perdamaian dari Lebanon jika kondisi membahayakan.

"Hari ini, sejak kemarin kita dikagetkan oleh berita yang mengagetkan tentang gugurnya tiga prajurit TNI putra terbaik kita yang sedang menjalankan tugas konstitusi, yakni melaksanakan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan," kata Muzani di gedung MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).

Muzani mengatakan pihaknya mengutuk aksi brutal terhadap anggota TNI. Ia mendesak PBB untuk menggelar sidang penyelidikan atas peristiwa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Majelis Permusyawaratan Rakyat mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel," kata Muzani.

"MPR mengusulkan kepada pemerintah untuk memberi penghargaan terhadap TNI yang gugur dan terluka serta keluarga yang ditinggalkan," tambahnya.

Pimpinan MPR pun mengusulkan kepada pemerintah untuk menarik seluruh pasukan perdamaian di daerah yang membahayakan keselamatan. Ia mengatakan harus ada jadi jaminan keselamatan bagi prajurit yang bertugas.

"Sesuai dengan konstitusi, yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut karena ini adalah daerah yang membahayakan bagi keselamatan TNI seperti yang terjadi di Lebanon Selatan ini," kata Muzani.

Ia berharap penarikan pasukan perdamaian dari wilayah rentan untuk dikaji oleh pemerintah. Menurutnya hal ini sesuai amanat konstitusi untuk menjaga keselamatan bangsa.

"Kalau tidak ada jaminan keselamatan bagi pasukan misi perdamaian kita yang merupakan pasukan penjaga perdamaian, maka MPR meminta agar pemerintah mempertimbangkan untuk menarik seluruh pasukan yang ada di Lebanon selatan sesuai dengan konstitusi," katanya.

Diketahui, prajurit TNI yang menjadi korban dalam serangan Israel itu tengah dalam penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Tiga prajurit TNI dilaporkan menjadi korban pada Minggu (29/3) di markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Dalam serangan itu, Praka Farizal Rhomadhon gugur. Praka Farizal menjabat Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Dia meninggalkan seorang istri dan anak yang berusia 2 tahun.

Sehari berselang, jatuh korban dari prajurit TNI bertambah. Pada Senin (30/3), dua prajurit TNi gugur akibat serangan Israel. Kedua korban gugur setelah kendaraannya meledak.

Mayjen Aulia mengungkap dua prajurit TNI yang gugur adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan saat. Kala itu Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam bagian dari East Mobile Reserve (SEMR), mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan, Senin (30/3).

Personel TNI tersebut mengawal kendaraan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya dua prajurit TNI," kata Aulia, dilansir Antara.

(dwr/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |