Mereka Tak Sabar Bisa Naik KRL dari JIS

6 hours ago 5
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta bersama PT KAI sedang membangun Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS) yang ditargetkan beroperasi pada Juni 2026. Warga tak sabar menggunakan Stasiun JIS untuk mempermudah mobilitas mereka di Ibu Kota.

detikcom menyambangi proyek pembangunan Stasiun JIS, Sabtu (16/5/2026), bentuk bangunan Stasiun JIS sudah terlihat dengan jelas. Peron kereta yang memiliki ukuran panjang ini sudah tampak berdiri kokoh dengan atap tertutup merata.

Stasiun ini persis berada di tepi ruas Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, tepat bersebelahan dengan JIS. Tampak cat dasar tiang-tiang stasiun berwarna hijau, sementara bagian lantai peron masih berwarna dasar abu-abu.

Kemudian untuk akses masuk stasiun, bangunannya sudah berdiri utuh dengan atap dan tiang-tiang penyangga yang dibuat senada dengan warna abu-abu. Pagar di bangunan akses masuk stasiun juga sudah terpasang.

Sama halnya juga dengan akses tangga yang nanti akan langsung menghubungkan stasiun ini dengan JIS. Bagian atap tangga serta tiang pengamanan serta dinding besi sudah terpasang rap.

Dari kejauhan, para pekerja juga terlihat terus bekerja menyelesaikan bagian-bagian lainnya untuk Stasiun JIS ini bisa beroperasi dan terbangun secara sempurna.


Stasiun JIS Jadi Alternatif Warga

Kehadiran Stasiun KRL JIS disambut rasa senang oleh sejumlah warga. Salah satunya Maul, warga sekitaran JIS, yang kerap menggunakan transportasi umum. Maul belum mengetahui proyek pembangunan Stasiun KRL JIS tersebut.

Namun, setelah mengetahui, Maul mengaku merasa senang. Menurutnya, kehadiran Stasiun KRL JIS nantinya, yang melayani rute Tanjung Priok-Jakarta Kota, membuat warga memilik banyak pilihan transportasi umum saat bepergian.

"Wah, belum tahu saya, di sebelah mana? Oh sebelah sana itu ya? Tujuannya ke mana itu? (Tanjung Priok-Jakarta Kota). Oh enak dong, jadi ada alternatif ya. Sebagai warga ya senang, banyak pilihan kendaraan umum, apalagi murah," kata Maul ditemui di JIS, Jakarta Utara, Sabtu (16/5).

Aktivitas pekerja terlihat di proyek pembangunan Stasiun Jakarta International Stadium, Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026).Aktivitas pekerja terlihat di proyek pembangunan Stasiun Jakarta International Stadium, Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026). (Pradita Utama/detikFoto)

Selain Maul, ada juga Mia, seorang lansia berusia 76 tahun, yang setiap harinya kerap hilir mudik untuk mengikuti senam di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Mia mengetahui adanya progres pembangunan Stasiun KRL JIS tersebut, namun belum memahami rutenya.

"Oh iya, tahu, tapi belum jadi kan ya? Itu dari mana, ke mana?" ujar Mia.

Setelah tahu rute perjalanan KRL nantinya dari Tanjung Priok-Jakarta Kota, Mia pun tampak senang. Sebab, kata dia, ada pilihan kendaraan umum bagi dirinya untuk menuju lokasi senam di Glodok.

"Wah seneng dong, jadi ada pilihan. Kebeneran ya deket ya ke Glodok," ungkapnya.


Stasiun JIS Selesai Mei, Mulai Beroperasi Juni

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan Stasiun JIS memasuki tahap akhir. Setelah dilakukan pembahasan bersama PT KAI, stasiun baru tersebut ditargetkan rampung pada Mei dan mulai beroperasi pada Juni 2026.

"Kebetulan tadi kami barusan selesai rapat dengan Direktur Utama KAI dan rombongan. Untuk JIS ini diperkirakan bulan Mei selesai, bulan Juni akan beroperasi," kata Pramono saat meninjau Pompa Ancol, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/4).

Pramono mengatakan finalisasi dengan KAI tidak hanya menyangkut Stasiun JIS, tapi juga sejumlah proyek transportasi lain. Antara lain penyelesaian jaringan MRT, pengembangan kawasan Kota Tua, hingga rencana jalur kereta listrik sepanjang 16 kilometer.

Aktivitas pekerja terlihat di proyek pembangunan Stasiun Jakarta International Stadium, Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026).Aktivitas pekerja terlihat di proyek pembangunan Stasiun Jakarta International Stadium, Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026). (Pradita Utama/detikFoto)

"Bukan hanya Stasiun JIS yang KRL-nya. Kami juga membahas hal-hal lain, termasuk MRT dan Kota Tua," ujarnya.

Pramono menjelaskan bahwa jalur kereta listrik tersebut akan membentang dari Rawajati hingga Tanjung Priok, yang diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga Jakarta.

"Kereta listrik 16 kilo dari Rawajati sampai ke Tanjung Priok itu secara signifikan akan membantu kemudahan transportasi," tambahnya.

(rfs/fas)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |