Menteri PU Khawatir Jembatan di Sumatera Ambruk karena Dilintasi Truk Overload

1 week ago 12

Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan sejumlah jembatan sementara di daerah terdampak bencana Sumatera sudah bisa digunakan. Namun dia khawatir jembatan itu ambruk lantaran kerap dilewati truk muatan lebih.

Dia menyampaikan, jembatan yang baru dibangun untuk tanggap darurat atau prioritas mengirim logistik. Dia mengatakan jembatan fungsional maksimal untuk menopang berat 20 ton, sementara kendaraan overload bisa mencapai 40 ton.

"Dengan jembatan-jembatan fungsional yang maksimum hanya bisa dilalui 10 sampai 20 ton, kami sering dikomplain. Pak, tim Bapak juga sering komplain ke kami, kapan ini dibuat permanennya. Makanya kemudian agak-agak susah di Kementerian PU itu membedakan mana tanggap darurat, mana rehab-rekon," kata Dody dalam rapat satgas di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, dia memaksakan pembangunan jembatan dibuat permanen. Dia khawatir karena truk overload kerap melintas malam hari dan tidak terpantau.

Dody sudah berulang kali membuat pengumuman agar truk yang melintas maksimal 20 ton. Namun kondisi malam berbeda, kebutuhan BBM, LPG, hingga beras kerap melebihi kapasitas jembatan.

"Jadi saya mohon maaf, sekali lagi saya mohon maaf, ada beberapa jembatan fungsional yang hari ini sudah mulai progres mengarah ke tahapan permanen, Pak. Karena mengejar itu tadi, takut kalau saya diamkan kemudian itu ambruk gitu, nanti yang dihujat saya juga ujung-ujungnya," ungkapnya.

Di sisi lain, dia menyebutkan pengerjaan jembatan permanen membutuhkan waktu panjang sehingga pihak terus mengecek kondisi jembatan agar tidak rusak.

"Jadi, nah, sementara waktu kami mengerjakan secara permanen, karena butuh waktu sekitar 7 sampai 8 bulan, Pak, jembatan-jembatan fungsional ini secara berkala, secara dua mingguan kita cek, Pak, strukturnya. Dan biasanya tiap dua minggu itu pasti kita harus lakukan perkuatan," imbuhnya.

Sementara itu, dia mengatakan jalan nasional sudah 100 persen dipakai fungsional. Upaya ini dipercepat untuk prioritas pengiriman logistik.

"Jalan nasional kita memang paksakan bisa fungsional 100% secepat-cepatnya. Dan alhamdulillah, terakhir itu di 30 Desember, Pak, 30 Desember 2025, semua jalan nasional itu bisa fungsional, Pak. Memang, memang yang kita kejar hari ini, kemarin itu adalah fungsionalnya dulu, Pak. Agar logistik itu bisa lancar," kata Dody.

Adapun satu jalan nasional di Sumatera Utara khususnya ruas Tarutung-Sibolga masih masih diperbaiki agar bisa dipakai sementara.

"Untuk ruas jalan nasional sendiri, sampai detik ini yang masih kita harus berjuang adalah satu ruas di Sumut, Tarutung-Sibolga. Itu memang sekarang sudah sebetulnya masih tanggap darurat, tapi khusus PU agak susah, Pak, membedakan antara apa, timing tanggap darurat dengan rehab-rekon," jelas dia.

Dia menyebutkan jalan antardaerah baru mencapai 90 persen. Untuk itu, pihaknya masih mendata mana saja yang masih kurang.

"Jalan daerah itu sudah boleh dibilang sudah 90%. Memang jalan-jalan yang masuk-masuk ke dalam memang masih banyak yang kurang. Nah itu sedang kita kejar, hari ini teman-teman Balai di seluruh tempat, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, sedang mendata dan, dan sekalian, sekaligus menyiapkan trase-trase baru kalau memang sudah jalan itu benar-benar ambles," ujar dia.

Dia menjelaskan, beberapa daerah di Aceh masih terputus aksesnya. Bahkan ada beberapa yang aksesnya hilang.

"Jadi seperti pengalaman kemarin kami ke Bireun dan beberapa tempat lain, memang ada beberapa jalan desa yang hubungan antardesa yang memang sudah benar-benar hilang, sehingga harus membuat trase baru," ungkapnya.

Selanjutnya, dia menyatakan jembatan nasional juga sudah mencapai 100 persen fungsional. Namun penghubung antardaerah masih di bawah 50 persen.

"Jembatan nasional 100% sudah, sudah terhubung secara fungsional, Pak. Cuman jembatan-jembatan daerah memang baru, baru terhubung sekitar 43%. Kita sedang, sedang percepatan membuat jembatan-jembatan perintis agar mobilitas masyarakat tidak, tidak terganggu," kata dia.

(tsy/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |