Menteri Agus Lepas Ekspor Coco Shade Karya 18 Napi Lapas Cirebon ke Spanyol

2 hours ago 3

Cirebon -

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melepas ekspor satu kontainer olahan dari sabut kelapa coco shade buatan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat (Jabar). Satu kontainer berisi 750 lembar coco shade itu hendak dikirim ke Spanyol.

Produk berbahan dasar serat coir ini merupakan karya 18 napi yang telah mengikuti pelatihan. Proses pembuatan pun didampingi petugas dan tenaga teknis dari pihak swasta, yang menjadi mitra dalam meningkatkan keterampilan para napi.

"Sementara (ekspor) ke Amerika, Spanyol, Korea Selatan. Sudah ada 8 negara kalau nggak salah," kata Menteri Agus kepada wartawan di lokasi, Kamis (15/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia berharap gerakan ekonomi UMKM di lapas terus dikembangkan, termasuk di Nusakambangan. Untuk diketahui, Menteri Agus mencanangkan transformasi Nusakambangan dari citra sekadar pulau penjara menjadi pulau ketahanan pangan. Di Nusakambangan, Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imipas menggencarkan pemanfaatan lahan idle untuk peternakan ayam, domba, bebek, dan sapi.

Masih soal Nusakambangan, lahan tidur juga sawah padi, jagung hingga kebun kelapa. Kemudian, kolam-kolam ikan nila, sidat, udang vaname hingga pabrik kecil pembuatan paving block dan batako dari limbah batu bara (fly ash and bottom ash/FABA)

"Jadi mudah-mudahan nanti kita bisa terus kembangkan. Termasuk yang di Nusakambangan mudah-mudahan kita bisa ekspor sidat dan udang vaname," harap Menteri Agus.

"Banyak program-program pembinaan kepada warga binaan permasyarakatan, termasuk pembuatan batako, dan lain-lain," sambung dia.

Kembali ke produksi coco shade standar ekspor di Lapas Kelas I Cirebon, Menteri Agus menyampaikan kegiatan ini memberi peningkatan pengetahuan dan keterampilan baru bagi napi yang melirik program ini. Mereka yang terlibat produksi juga mendapat upah dalam bentuk premi dari tiap produk yang terjual.

"Dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun sebagai tabungan setelah bebas," ujar Menteri Agus.

(aud/lir)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |