Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal antrean panjang pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Atas nama pemerintah, Pras menyampaikan permohonan maaf terjadinya penumpukan kendaraan dan akan mengevaluasi secara berkala.
"Memang ada beberapa kejadian yang apa namanya kami mohon maaf, ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk itu," kata Pras di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
Pras menegaskan pemerintah terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara intensif guna mengurai kepadatan. Petugas di lapangan, kata dia, juga bekerja keras mencari solusi agar antrean kendaraan dapat segera dikurangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sepenuhnya kita melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras untuk mencari solusi supaya bisa bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrean-antrean," ujarnya.
Di sisi lain, Pras menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mengatur waktu perjalanan mudik sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu hari tertentu. Politikus Partai Gerindra itu juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan dan kelancaran arus mudik.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan masa rentang liburan ini dengan apa namanya memilih pulang kampung sesuai dengan yang kita harapkan sehingga tidak terjadi penumpukan di satu hari tertentu," ujarnya.
Jubir Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan semua pihak di lokasi baik jajaran kepolisian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta BUMN seperti Pelindo dan ASDP Indonesia Ferry telah bekerja keras di lapangan.
"Termasuk TNI juga diminta oleh Bapak Presiden manakala diperlukan untuk menyediakan transportasi-transportasi yang dimiliki termasuk kapal-kapal laut kita untuk membantu kelancaran arus mudik maupun nanti arus balik ke daerah masing-masing," ujarnya.
Kepadatan arus mudik diketahui terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Senin (16/3). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan permintaan maaf atas kepadatan arus pengangkutan penumpang yang hendak menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).
"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," kata Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale, dilansir Antara, Senin (16/3/2026).
Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, memberlakukan pola penuh 'tiba bongkar berangkat' (TBB) bagi kapal perbantuan untuk mengurai kepadatan dan antrean pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
"Pemberlakuan pola penuh TBB di Dermaga III Pelabuhan Ketapang mulai diterapkan hari ini, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari percepatan layanan," kata Windy Andale.
Simak Video 'Ternyata Ini Biang kerok Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk':
(eva/rfs)

















































