Memahami Bencana, Ujian atau Teguran Allah SWT?

4 hours ago 4

loading...

Islam memandang setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sebagai bagian dari sunnatullah. Demikian pula dengan bencana alam, termasuk gempa bumi, yang tidak terjadi begitu saja tanpa sebab dan hikmah di baliknya. Foto ilustrasi/ist

Dalam menyikapi bencana , manusia kerap memiliki pandangan yang berbeda-beda. Ada yang memaknainya sebagai ujian, musibah, cobaan, bahkan tidak sedikit yang menganggapnya sebagai bentuk hukuman atau kutukan Tuhan.

Padahal, Al-Qur'an menggunakan sejumlah istilah untuk menggambarkan berbagai peristiwa yang menimpa manusia. Pemaknaan terhadap istilah-istilah tersebut perlu ditempatkan secara proporsional agar manusia tidak terburu-buru mengambil kesimpulan atas suatu bencana.

Pertama, terdapat istilah al-bala' yang berarti ujian. Secara morfologis, kata ini berasal dari bala-yablu-balwan wa balaan yang memiliki sejumlah makna, antara lain menguji dan mengalami kesedihan.

Kata bala' disebut dalam Al-Qur'an dengan berbagai bentuk derivasinya. Dalam kajian bahasa Arab, Ibn Faris melalui Mu'jam Maqayis al-Lughah menjelaskan akar kata tersebut memiliki keterkaitan dengan makna ujian.

Kedua, terdapat istilah musibah. Kata ini berasal dari ashaba-yushibu-ishabatan, yang secara umum berarti sesuatu yang menimpa objek tertentu.

Istilah musibah dalam Al-Qur'an berkaitan dengan berbagai kejadian yang menimpa manusia. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 156:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.'"

Baca juga: Bencana Alam Terjadi di Mana-mana, Ini 5 Doa yang Bisa Diamalkan Lengkap dengan Artinya

Ayat tersebut mengajarkan sikap seorang Muslim ketika menghadapi musibah, yakni menyadari bahwa manusia adalah milik Allah SWT dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

Ketiga, Al-Qur'an juga menggunakan istilah fitnah. Kata ini berasal dari fatana-yaftunu-fitnah dan dengan berbagai derivasinya disebut dalam banyak ayat Al-Qur'an.

Dalam pemahaman masyarakat, kata fitnah sering dimaknai sebagai tuduhan atau perkataan bohong yang disebarkan untuk menjatuhkan seseorang. Namun, dalam konteks Al-Qur'an, makna fitnah tidak selalu demikian.

Dalam konteks ujian dan cobaan, fitnah lebih dekat dengan makna ikhtibar, yakni pengujian. Hal ini antara lain tergambar dalam Surah Taha ayat 40:

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |