KSAD Lapor ke Prabowo Sudah Bangun 6.240 Jembatan dan Air Bersih

1 week ago 6
Kabupaten Bekasi -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan ada 6.240 jembatan dan titik penyediaan air yang sudah dibangun. Dia mengatakan ada 4,5 juta warga yang menjadi penerima manfaat.

"Kami sudah membuat di 6.240 titik kegiatan jembatan dan air: 3.008 jembatan dan 3.232 untuk air bersih dan air persawahan," kata Jenderal Maruli dalam sambutan di Bekasi yang tersambung dengan video conference bersama Presiden Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).

Dia mengatakan berada di Bekasi yang merupakan di titik ke-2.500 pembangunan jembatan yang akan memiliki panjang 80 meter. Selama hampir 7 bulan ini, dari 3.008 jembatan yang dibangun, sebanyak 2.500 jembatan telah selesai, 508 dalam proses, dan juga 798 di daerah bencana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, pembangunan jembatan juga dilakukan di daerah sempat terdampak bencana pada akhir tahun lalu, yakni di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Dia menargetkan seluruh jembatan di provinsi tersebut bisa terselesaikan tahun 2026.

Jadi kalau kita jumlahkan dari keseluruhan jembatan, ada 9.008 sekolah terakses, sehingga anak-anak sekolah yang seperti Bapak harapkan tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi berisiko untuk mencapai sekolah. Menghubungkan 7.807 desa. Dan juga fasilitas kesehatan, sehingga ambulans, bantuan-bantuan bisa cepat sampai di titik-titik yang memerlukan. Ada 4.502 fasilitas kesehatan bisa akseskan," ucap dia.

"Dan juga cukup berpengaruh di fasilitas ekonomi, ada 4.618, sehingga masyarakat dalam distribusi logistik menggunakan mobil--kalau yang kecil-kecil menggunakan motor--dan ini cukup banyak berpengaruh. Dan juga bisa memfasilitasi 4,5 juta jiwa penerima manfaat," tambahnya.

Dia menyampaikan, target jembatan yang dibangun ada 5.000 titik yang akan diselesaikan tahun ini. Sejauh ini, jembatan terpanjang dibuat di Aceh Tamiang, yakni sepanjang 240 meter.

Dia mengatakan pembangunan jembatan bekerja sama dengan Balai Sungai, sehingga sungai-sungai ini tidak akan terus melebar. Maruli menyebut banyak jembatan di Aceh, Sumatera, dan Sumbar yang panjangnya di atas 100 meter.

"Selanjutnya juga, ini ada daerah yang paling sulit yang kami kerjakan, yaitu di Ogan Komering Ilir di Sumatra Selatan, panjangnya 100 meter. Kita mengerjakannya selesai 6 bulan, karena pengiriman pasir, semen, dan juga seluruh perlengkapan-perlengkapannya harus melalui tongkang. Dan juga kita harus membuat pasak-pasak supaya menguatkan tempat tersebut, karena kebanyakan daerahnya merupakan rawa," ucap dia.

Jembatan juga dibangun di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sudah 3 tahun terputus di 3 kecamatan. Dia menargetkan pembangunan diselesaikan Desember tahun ini.

Pembangunan Air Bersih

Maruli mengatakan sudah membuat 10.915 titik air bersih. Dan dalam 5 tahun terakhir, TNI AD sudah membuat 5.797 titik air bersih.

"Sejak Bapak mendukung kegiatan air bersih ini, mulai dari Januari sampai dengan Agustus ini, sudah selesai 3.000 titik, Pak. Jadi, dukungan Bapak ini sama dengan kami bekerja 4 tahun. Di bulan Agustus kami sudah bisa bikin 3.000," ucapnya.

Dia mengatakan penyediaan air bersih tersulit dilakukan di Pulau Raas, sebelah Pulau Madura. Sebanyak 5 titik dibuat dengan kedalaman 90 meter.

"Selanjutnya ada daerah yang paling sulit yang kita bor, ada di Kerajaan Toli di Nias, 180 meter. Daerahnya sangat berbatu, 8 kali pindah tempat untuk mendapatkan air, dan waktunya sampai dengan 2 bulan, bisa menerima manfaat sampai 231 KK," ucapnya.

TNI AD juga membuat penyediaan air pertania untuk lahan 83.150 hektare yang tadinya tadah hujan. Penyediaan air ini membuat petani bisa 3 kali panen.

"Jadi kalau dijumlahkan, pada tahun ini kita sudah membuat seluruh daerah-daerah yang tadah hujan, 100.120 hektare yang tadinya tadah hujan menjadi 3 kali panen. Mudah-mudahan ini gabah kalau dikali 5 bisa jadi 1,5 juta ton per tahun," tuturnya.

Selain itu, Maruli mengatakan, program pipanisasi terpanjang dibuat di Pulau Bawean, yakni sepanjang 15 kilometer. Dia menambahkan, saat ini juga sedang dikerjakan pipanisasi di Samosir sepanjang 15 kilometer yang ditarget selesai akhir tahun ini.

(jbr/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |