Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengonfirmasi tidak ada perbedaan keterangan antara polisi dan TNI terkait terduga pelaku penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus. Meski inisial berbeda, sosok pelakunya diduga orang yang sama.
"Perbedaan inisial itu kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan. Mereka mengatakan itu orang yang sama kira-kira gitu. Itu orang yang sama," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P Siagian, dalam wawancara cegat di gedung Komnas HAM, dilansir Antara, Senin (30/3/2026).
Penyerangan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terjadi pada Kamis (19/3) malam. Penyerangan itu diduga melibatkan oknum anggota TNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyampaikan pihak Polda Metro Jaya saat ini sedang menyelidiki intensif terkait keterlibatan anggota TNI sebagai terduga pelaku kasus tersebut.
"Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan pihak TNI. Masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita akan menunggu hasil penyelidikannya," ujarnya.
Komnas HAM juga memastikan keterlibatan anggota TNI dalam kasus itu sesuai dengan konfirmasi pihak Polda Metro Jaya bahwa keempat terduga pelaku merupakan personel Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
"Seperti rilis yang sudah disampaikan oleh Polda Metro Jaya, terkonfirmasi bahwa mereka dari Bais dari pihak TNI," ungkapnya.
Selain itu, dia menjelaskan TNI menerima beberapa dokumen yang diperlukan dalam pengusutan kasus penyiraman air keras yang dilakukan oleh empat personel Bais TNI.
"Pihak PMJ menyerahkan beberapa dokumen yang dibutuhkan oleh pihak TNI. Itu yang kita dapatkan," jelasnya.
Komnas HAM juga telah menerima keterangan Polda Metro Jaya terkait perkembangan kasus Andrie Yunus terhadap penyelidikan selama tiga jam. Keterangan disampaikan oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya serta jajaran pejabat di kepolisian.
Guna melengkapi pemantauan, Komnas HAM telah mendapatkan fakta-fakta perkembangan kasus dari kepolisian dan menyatakan keterangan kepolisian sudah cukup sebagai tindak lanjut pemantauan yang dilakukan.
"Kami juga sudah mendapatkan informasi banyak hal dari Polda Metro Jaya, kami pikir sudah cukup. Fakta-fakta yang sekarang kami butuhkan juga sudah beberapa hal sudah disampaikan, dan kami masih meminta beberapa hal lagi ya kepada Polda Metro Jaya untuk diserahkan kepada kita," tuturnya.
Beda Inisial Penyiram Air Keras Versi Polisi & TNI
TNI dan polisi telah merilis perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Namun keduanya memiliki versi masing-masing mengenai data jumlah dan inisial pelaku.
Versi TNI
Puspom TNI mengungkapkan ada empat prajurit Bais TNI yang menjadi terduga pelaku yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES. Keempat pelaku merupakan anggota Denma Bais TNI dengan matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI, bukan dari satuan mana-mana tapi dari Denma Bais TNI," kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto saat konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3).
Yusri menyampaikan, 3 dari 4 tersangka berpangkat perwira di mana yang tertinggi berpangkat kapten. Ia mengatakan saat ini para tersangka sudah diamankan. Mereka juga masih didalami oleh Puspom TNI.
"Jadi Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES. Waktu penyidikan kita akan bekerja semaksimal mungkin dengan harapan dapat kita lakukan secepatnya secara profesional," ujar dia.
Versi Polisi
Polda Metro Jaya juga telah mengumumkan eksekutor penyiraman air keras ke Andrie Yunus diduga dua pelaku yang berinisial BHC dan MAK. Namun, polisi menduga total pelaku yang terlibat dalam aksi penyiraman ini lebih dari empat orang.
"Saat ini kami menduga dapat kami informasikan bahwa dua orang yang tadi kami tunjukkan tersebut dari satu Data Polri ini satu inisial BHC, dua inisial MAK. Namun demikian, dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3).
Saksikan Live DetikSore :
(jbr/dhn)

















































