Ki Ageng Pamanahan Lahirkan Raja-raja Mataram Penguasa Tanah Jawa

20 hours ago 4

loading...

Ki Ageng Pamanahan berhasil membangun Alas Mentaok, yang menjadi cikal bakal Kesultanan Mataram Islam, yang berkuasa dan menguasai Pulau Jawa. Foto/Dok GKJ Nemehia

Ki Ageng Pamanahan berhasil membangun Alas Mentaok, yang menjadi cikal bakal Kesultanan Mataram Islam, yang berkuasa dan menguasai Pulau Jawa. Kehadiran Dinasti Mataram Islam tak bisa dilepaskan dari sosoknya.

Dia menjadi trah lahirnya raja-raja Jawa di masa kesultanan. Babad Tanah Jawi dan Serat Kandha, menjelaskan bagaimana rekam jejak Ki Ageng Pamanahan, yang melahirkan raja-raja.

Ki Ageng Pamanahan sendiri adalah keturunan orang-orang Sela (sebutan lama untuk kampung di daerah Pati) yang hijrah ke Pajang. Pada 1556 mendapat mandat oleh Sultan Hadiwijaya (sultan Pajang waktu itu) untuk memimpin bumi Mataram sebagai bupati.

Ketika itu Ki Ageng Pamanahan diberi tanah Alas Mentaok yang akhirnya dinamakan Mataram, dan memimpin di sana. Putra Ki Ageng Pamanahan bernama Bagus Srubut atau R. Ng. Sutawijaya, kelak menjadi orang pertama dari dinasti Mataram yang menguasai Kesultanan Mataram sebagai Panembahan Senopati, sebagaimana dikisahkan pada buku "Tuah Bumi Mataram: Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II".

Narasi dalam Babad Tanah Jawi menyebutkan, bahwa Pamanahan adalah putra Ki Ageng Enis dan cucu Ki Ageng Sela. Ki Ageng Enis bertempat tinggal di Laweyan, Solo. Mereka termasuk dalam rombongan orang-orang dari Sela, suatu tempat yang sekarang bagian dari Kabupaten Grobogan, yaitu Desa Selo, yang hijrah ke Pajang untuk membantu Hadiwijaya, Adipati Pajang, yang saat ini merupakan wilayah Surakarta.

Babad Tanah Jawi tidak menyebutkan nama kecil Ki Ageng Pamanahan. Ki Ageng Pamanahan pada akhirnya menikah dengan sepupunya sendiri, yaitu Nyai Sabinah, putri Nyai Ageng Saba (kakak perempuan Ki Ageng Enis). Menurut Sadjarah Dalem, nama kecilnya adalah Bagus Kacung, atau Castioeng menurut van der Horst.

Dia punya adik angkat bernama Ki Penjawi yang kemudian menjadi ketua kampung Pati. Keduanya belajar pada seorang tokoh bernama Ki Ageng Sela. Dalam perkembangan lebih lanjut, Ki Gede Pamanahan dikukuhkan sebagai lurah wiratama oleh bupati Pajang.

Nama "Pamanahan" diambil dari tempat tinggalnya setelah dewasa, yaitu suatu tempat di utara Laweyan bernama Pamanahan (sekarang menjadi Manahan, kawasan yang dikenal sebagai pusat keolahragaan di Kota Surakarta).

Suatu petilasan berupa sendhang (kolam mata air) yang konon menjadi tempat Ki Gede Pamanahan biasa membersihkan diri masih dapat ditemukan. Di masa pemerintahannya, atas prakarsa Poerbatjaraka, Pangeran Adipati Mangkunegara VII membangunkan tembok yang mengelilingi tempat tersebut.

(rca)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |