Jakarta -
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan soal heboh pengemudi becak motor, Timbul (49), warga Lendah, Kulon Progo, yang tercatat masuk desil 9. Dia mengatakan, setelah dilakukan pembaruan data, pengemudi becak motor tersebut masuk ke desil 3.
"Kan sudah, sudah dimutakhirkan, sekarang dia ada di desil 3," kata Amelia setelah melakukan sensus ekonomi ke Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amelia mengatakan, setelah dimutakhirkan, data ekonomi pengemudi becak tersebut sudah sesuai dengan fakta di lapangan. Ia mengatakan kunci dari data di BPS adalah pemutakhiran.
"Bukan, karena datanya bukan dimutakhirkan karena beliau belum memasukkan datanya itu ke kanal pemutakhiran. Setelah dimutakhirkan, sesuai," ungkap Amelia.
"Jadi kuncinya adalah pemutakhiran, menjadi kunci supaya datanya sesuai dengan fakta yang terbaru," tambahnya.
Sebelumnya, anomali desil salah satunya terjadi kepada pengemudi becak motor, Timbul (49), warga Lendah, Kulon Progo, kaget tercatat sebagai desil 9. Timbul, yang mau mengurus keringanan untuk kuliah anaknya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pun bingung.
Dilansir detikJogja, hal ini diketahui Timbul saat mendatangi kantor Kelurahan Lendah dua pekan lalu untuk mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai syarat mengajukan keringanan dan beasiswa. Timbul menyebut anak sulungnya, Lucky, diterima di UNY lewat jalur mandiri.
Dia harus membayar uang masuk Rp 15 juta. Oleh karena itu, dia berniat mengajukan keringanan atau beasiswa lewat Program Indonesia Pintar (PIP).
"Mau pakai PIP sama mengajukan beasiswa, saya cari SKTM datang ke balai desa, tapi ternyata dicek sama Pak Lurah ternyata desilnya 9," ungkap Timbul saat ditemui di kediamannya, Senin (24/8).
Timbul pun kaget karena, yang biasanya tercatat di desil 1-2, ternyata disebut desil 9. Dia mengaku masih mendapat bantuan sembako sekitar awal tahun lalu. "Terakhir dapat bansos PKH itu sekitar 4 atau 6 bulan yang lalu. Itu nilainya sembako, terus orang tidak mampu, terus anak sekolah itu sekitar Rp 1,1 juta," kata Timbul.
Saksikan Live DetikSore:
Tonton juga video "Luhut Bilang Data Desil Akan Diperbaiki dengan AI"
(dwr/idn)


















































