Jakarta -
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D-8) yang dijadwalkan digelar di Indonesia tahun ini ditunda. Penundaan KTT D-8 imbas konflik di Timur Tengah yang belum mereda.
"Kita ketahui bersama teman-teman ada perkembangan sejak 28 Februari yang lalu dan kita mengamati, mencermati, dan mengkaji dari dekat perkembangan yang ada. Dan hingga hari ini sangat disayangkan belum tampak ada tanda-tanda deeskalasi," kata Dirjen Kerja Sama Multilateral Kemlu, Tri Tharyat, di kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
"Pada tadi malam Bapak Menteri Luar Negeri menandatangani surat dari Pak Menlu kepada mitra-mitranya yang berisikan penundaan pelaksanaan KTT D-8 dan juga seluruh rangkaian kegiatannya," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tri menyebut tanggal penetapan selanjutnya belum ditentukan. Dia mengatakan semua negara anggota sudah menerima penundaan KTT D-8.
"Jadi info ini sudah diterima oleh semua negara anggota dan memang jalan yang terbaik yang harus kita putuskan. Mengenai penetapan tanggal selanjutnya kita akan bicarakan secara lebih detail pada saatnya," katanya.
Menurut Tri, penundaan KTT D-8 tidak berdampak pada penunjukan Indonesia sebagai Ketua D-8. Penyerahan status ketua biasanya dilakukan pada saat KTT berlangsung.
"Memang keketuaan kita secara resmi itu baru akan serah terima pada saat KTT. Namun di tengah situasi yang agak istimewa ini, teman-teman para anggota D-8 menganggap ya memang Indonesia lah saat ini keketuaan meskipun sekali lagi secara resmi belum diserahterimakan dari Mesir," katanya.
Dia menambahkan, penundaan KTT D-8 juga tidak mengurangi persiapan Indonesia sebagai Ketua D-8. Dia menyebut rencana yang telah dibuat pemerintah menyambut keketuaan D-8 tidak akan berubah.
"Jadi berbagai kegiatan yang tidak hanya kita rencanakan di tahun 2026, namun juga di tahun 2027 hingga berakhirnya keketuaan kita pada 31 Desember sudah sebagian besar sudah siap untuk dieksekusi dan terus yang lain-lain yang masih dalam pembahasan terus dimatangkan. Jadi tidak merubah rencana-rencana kegiatan terkait," katanya.
(ygs/ygs)

















































