loading...
Setelah diakui sebagai Balis Favorite Beach Club dalam Insight Bali Awards 2025, tahun ini Klive Beach Club menjadi salah satu primadona baru di Uluwatu. Foto/Dok. SindoNews
DENPASAR - Setelah diakui sebagai Bali's Favorite Beach Club dalam Insight Bali Awards 2025, tahun ini Klive Beach Club menjadi salah satu primadona baru di Uluwatu. Perhatian wisatawan mancanegara maupun domestik tumbuh seiring pendekatan Klive yang tidak bertumpu pada kemeriahan pesta semata, melainkan pada rangkaian kunjungan yang mengikuti irama pesisir selatan Bali .
Terletak di kawasan Ungasan, Uluwatu, Klive dibangun mengikuti kontur tebing melalui tujuh lapisan yang menghubungkan puncak bukit dengan garis pantai. Konsep cliff-to-sea mulai terasa sejak tamu menaiki hill tram, ketika bentang Samudra Hindia tersingkap perlahan sejak detik pertama. Setiap layer memiliki fungsi, suasana, dan pola interaksi yang berbeda, mulai dari ruang bersantap hingga area yang langsung menghadap laut. Baca juga: 5 Destinasi Wisata di Kawasan Uluwatu Bali dan Sekitarnya, Cocok untuk Pilihan Liburan
Di tengah lanskap beach club Bali yang kerap diasosiasikan dengan musik berintensitas tinggi dan pesta berskala besar, Klive memilih susunan yang lebih seimbang. Musik, kuliner , pertunjukan seni, pelayanan, dan aktivitas bahari ditempatkan dalam alur yang bergerak secara alami dari siang menuju senja, lalu berlanjut hingga malam.
“Klive memiliki karakter yang hidup, namun tetap tersusun dalam ritme yang harmonis. Ketujuh layer dirancang dengan fungsi dan kepribadian masing-masing. Dalam pemrograman hiburan, tidak hanya live DJ, kami bekerja bersama sanggar lokal agar seni Bali memperoleh ruang yang patut, berkelanjutan, dan dihormati, bukan sekadar ditempatkan sebagai ornamen pariwisata," kata Marketing Manager Klive Beach Club, Jehan Khaleda, Minggu (21/6/2026).
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui Balinese Dance Show yang dipentaskan secara rutin bersama sanggar setempat. Kolaborasi ini menghadirkan seni tradisi dalam lingkungan rekreasi kontemporer, sekaligus mempertemukan wisatawan dengan kebudayaan Bali dalam bentuk yang hidup dan kontekstual.


















































