Kejanggalan Kematian Wanita di Tangerang yang Ternyata Dibunuh Pacar

2 weeks ago 6

Tangerang -

Polisi mengungkap sejumlah kejanggalan terkait kematian wanita inisial R di Kuta Bumi, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, yang semula dikira bunuh diri. Kejanggalan itu mengungkap fakta sebenarnya bahwa korban dibunuh pacarnya.

Kapolresta Tangerang Kombes Muhammad Indra Waspada Amirullah mengungkap kejanggalan pertama adalah soal posisi kaki korban yang semula dikira tewas dengan gantung diri.

"Penyidik menemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya posisi tubuh korban yang ditemukan dalam keadaan tergantung, tetapi telapak kaki korban masih menyentuh lantai," kata Indra, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, jenazah korban ditemukan tergantung oleh warga sekitar di sebuah rumah kontrakan pada Selasa (19/5). Karena adanya kejanggalan tersebut, polisi langsung menyelidiki kasus ini dan tidak berhenti pada dugaan bunuh diri.

Percakapan Terakhir Korban Sebelum Dibunuh

Polisi kemudian memeriksa ponsel korban dan menelusuri komunikasi dengan beberapa pihak. Dari sana terungkap bahwa korban sempat berkomunikasi dengan seorang pria berinisial A, yang ternyata pacarnya.

"Dari rangkaian penyelidikan tersebut, penyidik menemukan adanya komunikasi melalui aplikasi WhatsApp antara korban dan seorang pria berinisial A," terang Indra.

Komunikasi antara keduanya terjadi pada Minggu (17/5) atau dua hari sebelum korban ditemukan tewas. Saat itu, pelaku menghubungi korban untuk berjanji temu pada Senin (18/5) di sebuah minimarket daerah Bitung, Cikupa.

Setelah bertemu di minimarket, pelaku dan korban pergi menuju rumah kontrakan korban.

"Penyidik kemudian melakukan pendalaman terhadap komunikasi tersebut dan mencocokkannya dengan rekaman CCTV serta informasi lain yang diperoleh selama proses penyelidikan," ujar Indra.

Dari hasil penyelidikan, petunjuk mengarah pada A, yang berusia 30 tahun. Kemudian pada Sabtu (1/8/2026), penyidik melakukan pemeriksaan terhadap A hingga menetapkannya sebagai tersangka.

"Dari hasil pemeriksaan dan pencocokan, A akhirnya mengakui keterlibatannya dalam peristiwa tersebut," ucap Indra Waspada.

Motif Tak Mau Nikahi Korban

Indra menyebutkan, dalam pertemuan di kontrakan tersebut, korban yang sedang hamil meminta pelaku bertanggung jawab untuk menikahinya.

"Namun Tersangka yang telah berkeluarga tidak bersedia memenuhi permintaan tersebut," ujar Indra Waspada.

Tersangka kemudian melakukan kekerasan dengan mencekik leher korban menggunakan kedua tangannya. Setelah korban tidak sadarkan diri, tersangka mengikat korban menggunakan tali tambang yang sebelumnya dia bawa dari rumah.

"Tersangka kemudian membuat kondisi korban seolah-olah meninggal akibat gantung diri," kata Indra Waspada.

Lihat juga Video: Kematian Janggal Eks Istri Polisi di Medan Dilaporkan ke Polda Sumut

(aik/mea)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |