Jakarta -
Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan (Kasespim) Lemdiklat Polri, Irjen Midi Siswoko, meresmikan hasil program bedah rumah yang diinisiasi oleh Peserta Didik (Serdik) Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026. Program ini merupakan bentuk kepedulian Polri sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi para calon pemimpin Polri masa depan.
Acara peresmian ini dihadiri Kasesimti, sejumlah Widyaswara serta Serdik Sespimti Dikreg ke-35. Kegiatan sosial ini menyasar kediaman warga di Kampung Sukamaju Barat, RT 02/RW 06, Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Rumah yang dibedah adalah milik Pak Lili (73) dan Ibu Sumarsih (63).
Lili dan Sumarsih yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang pijat telah menempati rumah tersebut sejak tahun 1983 bersama kedua anak mereka. Sebelum direnovasi, kondisi rumah sangat memprihatinkan dengan dinding yang hanya terbuat dari bilik bambu yang sudah lapuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, dalam waktu pengerjaan yang relatif singkat yakni 13 hari, rumah tersebut telah bertransformasi menjadi bangunan permanen yang layak huni dengan ukuran 5x6 meter.
Irjen Midi Siswoko mengatakan kegiatan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan strategi untuk menekan kerawanan sosial. Midi meyakini bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat berbanding lurus dengan stabilitas keamanan.
"Salah satu faktor kerawanan sosial adalah kesejahteraan masyarakat. Di mana kesejahteraan itu naik, pasti kejahatan akan menurun," ujar Irjen Midi dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
"Sedikit banyak, kita sudah menyumbang agar faktor (kriminalitas) itu bisa kita hilangkan sedikit demi sedikit," sambungnya.
Midi juga berharap program ini menjadi pilot project atau contoh bagi lembaga pendidikan Polri lainnya. Menurutnya, lembaga pendidikan (Lemdik) juga mampu memberikan kontribusi operasional yang berdampak langsung bagi warga, tidak hanya terbatas pada fungsi Polda atau Polres saja.
Kepada para Serdik Sespimti Dikreg ke-35, Irjen Midi menitipkan pesan mendalam agar kelak ketika menjadi jenderal, mereka tetap menjaga kedekatan dengan rakyat.
"Mohon doanya, beliau-beliau ini adalah calon-calon jenderal. Saya ingin mereka menjadi jenderal yang humanis, jenderal yang dekat dengan masyarakat, bukan hanya bisa menyuruh," tuturnya.
"Dekati masyarakatmu, cintai masyarakatmu, insyaallah wilayahmu akan aman," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Kayu Ambon menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan yang diberikan. Program bedah rumah ini diharapkan menjadi kenangan abadi bahwa Polri tidak diam dan senantiasa hadir di tengah kesulitan masyarakat sekitarnya.
(whn/dhn)

















































