“Kamu Tidak Tahu Saya?” Oknum DPRD Diduga Gunakan Jabatan untuk Intimidasi Dokter Muda RSUD Morowali

11 hours ago 2

MOROWALI, SULAWESI TENGAH — Dugaan intimidasi terhadap tenaga medis di RSUD Morowali mencuat. Seorang dokter muda berinisial SN diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari salah seorang anggota DPRD Morowali saat tengah menjalankan tugas pelayanan kesehatan, Jumat (21/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut diduga bermula ketika anggota DPRD Morowali itu datang ke RSUD Morowali untuk meminta kamar perawatan bagi seorang pasien.

Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi. Kondisi kamar perawatan di rumah sakit saat itu disebut telah penuh dan seluruh kamar yang tersedia telah terisi pasien.

Situasi kemudian berlanjut dalam percakapan antara anggota DPRD tersebut dengan dokter SN. Dalam percakapan itu, anggota dewan tersebut disebut sempat menegaskan statusnya sebagai seorang anggota legislatif.

“Kamu tidak tahu saya, saya ini anggota dewan, ” demikian ucapan yang disebut disampaikan kepada dokter SN berdasarkan informasi yang dihimpun media ini.

Ucapan tersebut kemudian menjadi bagian dari situasi yang disebut berlangsung memanas. Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat pula ucapan lain yang dinilai bernada intimidasi terhadap dokter muda tersebut.

Dugaan perlakuan itu menjadi perhatian karena terjadi ketika SN sedang menjalankan tugas pelayanan kesehatan. Di tengah tuntutan untuk memberikan pelayanan secara profesional, tenaga medis juga harus berhadapan dengan situasi yang membutuhkan ketenangan dan kepastian dalam mengambil keputusan terkait pasien.

Persoalan ketersediaan kamar, dalam konteks pelayanan rumah sakit, tentunya berkaitan dengan kondisi dan kapasitas ruang perawatan. Karena itu, ketika kamar disebut telah penuh, tenaga medis tidak serta-merta dapat memenuhi permintaan penempatan pasien tanpa mempertimbangkan kondisi yang ada.

Meski demikian, dugaan intimidasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dari seluruh pihak yang terlibat. Keterangan dokter SN, anggota DPRD yang bersangkutan, serta pihak manajemen RSUD Morowali penting untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Direktur RSUD Morowali, Maskur, S.Kep., Ns., M.M., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh salah satu media di Morowali, Sabtu (22/8/2026), membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya, ” tulis Maskur singkat saat dikonfirmasi.

Ketika ditanyakan lebih jauh mengenai siapa anggota DPRD yang dimaksud serta bagaimana kronologi lengkap kejadian tersebut, Maskur belum memberikan penjelasan secara rinci.

Menurutnya, pihak rumah sakit masih melakukan penelusuran untuk memastikan kejelasan terkait peristiwa yang terjadi di lingkungan RSUD Morowali tersebut.

“Masih cari tahu ini, ” ujar Maskur.

Demikian halnya saat dikonfirmasi Wartawan media ini, belum memberikan penjelasan secara rinci berhubung beliau masih dalam perjalanan.

"Saya masih dalam perjalanan, saya belum tau Pasti kronologi kejadian nya, " balasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan langsung dari anggota DPRD Morowali yang disebut dalam peristiwa tersebut. Media ini masih berupaya mendapatkan konfirmasi mengenai kronologi kejadian, termasuk maksud dari pernyataan yang disampaikan kepada dokter SN.

Dugaan tersebut menjadi sorotan bukan semata karena menyangkut persoalan kamar pasien, tetapi juga karena terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan dan melibatkan seorang pejabat publik dengan tenaga medis yang sedang menjalankan tugas.

Klarifikasi dari pihak-pihak terkait menjadi penting agar persoalan ini dapat dilihat secara utuh dan berimbang, sekaligus memastikan apakah benar terjadi tindakan intimidasi sebagaimana informasi yang beredar.

Publik pun menanti penjelasan lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut, terutama terkait bagaimana persoalan pelayanan pasien di RSUD Morowali itu kemudian berkembang hingga muncul dugaan tekanan terhadap seorang dokter muda saat menjalankan tugasnya.(*)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |