Agam – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Posyandu Bangkit Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) terus berlanjut melalui serangkaian kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas kader Posyandu Dahlia 4, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Program yang berlangsung sejak Juni hingga September 2026 tersebut merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.
PKM Posyandu Bangkit dirancang secara bertahap dengan mengintegrasikan penguatan kelembagaan Posyandu, peningkatan kompetensi kader, edukasi gizi, pendampingan keluarga serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan bencana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sosialisasi Program dan Focus Group Discussion (FGD) pada 20 Juni 2026 di Aula Puskesmas Koto Alam. Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Puskesmas Koto Alam, Wali Nagari Salareh Aia Timur, Bidan Desa serta 10 kader Posyandu Dahlia 4.
Ketua Tim PKM Dr. Feny Wartisa, S.SiT, MKM mengatakan, sosialisasi dan peningkatan kapasitas kader menjadi fondasi penting dalam memastikan program Posyandu dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
“Kader merupakan ujung tombak pelayanan Posyandu di tengah masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan agar kader mampu memberikan pelayanan yang tepat dan melakukan deteksi dini terhadap berbagai permasalahan kesehatan, ” ujar Feny.
Tahap berikutnya dilaksanakan pada 11 Juli 2026 melalui pembukaan PKM Posyandu Bangkit sekaligus penyerahan peralatan Posyandu kepada Posyandu Dahlia 4.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Dahlia 4 tersebut dihadiri Kepala Puskesmas Koto Alam, Bamus Nagari Salareh Aia Timur, Wali Nagari Salareh Aia Timur, Bidan Desa serta kader Posyandu Dahlia 4.
Penyerahan peralatan menjadi bagian dari upaya memperkuat sarana pelayanan sehingga kader memiliki fasilitas yang memadai dalam menjalankan pelayanan kesehatan masyarakat.
Penguatan kapasitas kader kemudian dilanjutkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader tentang Pemantauan Pertumbuhan Balita dan Skrining Status Gizi Ibu Hamil pada 25 Juli 2026.
Menurut Feny, kemampuan kader dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan mengenali kondisi yang membutuhkan tindak lanjut sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan masalah kesehatan sejak dini.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin kader semakin percaya diri dalam melakukan pemantauan pertumbuhan balita dan skrining status gizi ibu hamil. Harapannya, setiap temuan yang membutuhkan perhatian dapat lebih cepat dikenali dan ditindaklanjuti bersama tenaga kesehatan, ” jelasnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 8 Agustus 2026 melalui Edukasi Gizi dan Pendampingan Keluarga yang disampaikan oleh Risya Ahriyasna, M.Gz, Dietisen.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan kebutuhan gizi serta penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Risya mengatakan, keberhasilan upaya perbaikan gizi tidak hanya bergantung pada pelayanan di Posyandu, tetapi juga sangat ditentukan oleh praktik yang dilakukan keluarga di rumah.
“Posyandu menjadi tempat yang penting untuk memberikan edukasi, tetapi penerapannya tetap berada di keluarga. Karena itu, kami ingin keluarga tidak hanya memahami teori tentang gizi, tetapi juga mampu menerapkannya melalui kebiasaan sederhana yang sesuai dengan kebutuhan ibu dan anak, ” kata Risya.
Menurutnya, pendampingan keluarga diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya gizi seimbang serta mengenali kebutuhan gizi anggota keluarga sesuai tahap kehidupannya.
Memasuki tahap berikutnya, PKM Posyandu Bangkit menghadirkan Pelatihan Manajemen Posyandu Tangguh Bencana pada 19 Agustus 2026 yang disampaikan oleh Ns. Aldo Yuliano, S.Kep, MM.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun Posyandu yang tidak hanya aktif dalam kondisi normal, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat dan bencana.
Aldo mengatakan, kondisi bencana dapat mengganggu berbagai layanan dasar masyarakat sehingga kader perlu memiliki pemahaman mengenai peran dan langkah yang harus dilakukan dalam situasi tersebut.
“Posyandu tangguh bencana bukan berarti kader harus menggantikan peran tenaga kesehatan atau tim penanggulangan bencana. Namun, kader perlu memahami apa yang harus dilakukan, bagaimana mengorganisasikan pelayanan dasar dan bagaimana membantu masyarakat agar tetap mendapatkan dukungan ketika terjadi kondisi darurat, ” ungkap Aldo.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk merespons kondisi darurat secara lebih terorganisir.
Program PKM Posyandu Bangkit dilaksanakan tim lintas disiplin UPERTIS yang diketuai Dr. Feny Wartisa, S.SiT, MKM dari Program Studi Kebidanan.
Tim tersebut beranggotakan Ns. Aldo Yuliano, S.Kep, MM dari Program Studi Sarjana Keperawatan sekaligus Pembina Kelompok Siaga Bencana (KSB) UPERTIS, serta Risya Ahriyasna, M.Gz, Dietisen dari Program Studi Sarjana Gizi, dengan dukungan tim mahasiswa.
Kolaborasi bidang kebidanan, keperawatan, gizi dan kesiapsiagaan bencana menjadi pendekatan utama dalam program tersebut. Pendekatan multidisiplin diharapkan mampu memberikan penguatan yang lebih komprehensif terhadap kapasitas kader dan kualitas pelayanan Posyandu.

Hingga Agustus 2026, PKM Posyandu Bangkit telah melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari sosialisasi dan FGD, penguatan sarana melalui penyerahan peralatan Posyandu, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita dan skrining status gizi ibu hamil, edukasi gizi dan pendampingan keluarga hingga pelatihan manajemen Posyandu tangguh bencana.
Program PKM Posyandu Bangkit masih akan berlanjut hingga September 2026. Tim UPERTIS bersama mitra akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar pengetahuan, keterampilan serta sarana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui dukungan pendanaan Kemdiktisaintek serta kolaborasi UPERTIS, Puskesmas Koto Alam, Pemerintah Nagari Salareh Aia Timur, kader Posyandu dan masyarakat, program tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
PKM Posyandu Bangkit diharapkan mampu mendorong Posyandu Dahlia 4 menjadi Posyandu yang aktif, mandiri, berkualitas dan tangguh menghadapi bencana, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi UPERTIS dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan keberlanjutan masyarakat.(**)


















































