JPO Sarinah Dibangun Lagi, Warga: Bisa Jadi Ikon Kota

18 hours ago 4

Jakarta -

Rencana pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sarinah disambut positif oleh warga. Selain dinilai meningkatkan keselamatan pejalan kaki, JPO juga disebut berpotensi menjadi ikon kota jika dibangun dengan desain yang menarik.

Ahmad Fauzi (35), salah satu pekerja di sekitar Sarinah, mengaku mendukung rencana tersebut. Menurutnya, kawasan Sarinah merupakan wilayah dengan aktivitas tinggi, baik sebagai pusat perkantoran maupun destinasi wisata.

"Saya sih mendukung. Di sini kan istilahnya kawasan wisata iya, perkantoran juga, jadi banyak pejalan kaki," kata Ahmad saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai keberadaan JPO masih relevan di tengah kepadatan lalu lintas. Bahkan, menurutnya, JPO bisa memberikan nilai tambah jika dibangun dengan konsep yang modern.

"Apalagi JPO bisa jadi ikon kota juga kalau desainnya bagus, misalnya kayak di kawasan HI atau Sudirman," ujarnya.

Hal senada disampaikan Amir (57), pekerja yang sehari-hari beraktivitas di sekitar Sarinah. Ia mengaku sering merasa was-was saat menyeberang jalan meski sudah tersedia pelican crossing.
"Di sini lalu lintasnya padat, kendaraan cepat-cepat semua. Kalau ada JPO, pejalan kaki jadi lebih aman dan lebih tenang nyebrang," ucap Amir.

Amir berharap JPO Sarinah nantinya tidak hanya aman, tetapi juga ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan dan pengawasan fasilitas tersebut.

Pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sarinah, Jakarta, Sabtu (10/1/2025).Pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sarinah, Jakarta, Sabtu (10/1/2025). Foto: Brigitta Belia Permata Sari

"Harus bersih, aman, ada lift atau eskalator. Jangan sampai malah jadi tempat orang buka lapak atau tunawisma. Jadi memang perlu dijaga," katanya.

Sementara itu, warga lainnya, Rosi (48), mengaku keberadaan JPO sebelumnya membuat aktivitas menyeberang terasa lebih aman. Ia berharap pembangunan JPO kali ini bisa benar-benar menjawab kebutuhan pejalan kaki di kawasan tersebut.

"Sekarang kan kita lihat sendiri, ramai banget kendaraan, motor sering ngebut. Saya tuh ngeri kalau nyebrang di situ, meskipun udah ada lampunya tapi tetep motor itu ngebut," imbuhnya.

(bel/aik)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |