loading...
Stok LPG saat ini dijaga dengan coverage days atau ketahanan pasokan rata-rata sekitar 12 hingga 15 hari untuk lonjakan konsumsi saat Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketahanan pasokan LPG nasional dalam kondisi aman menjelang periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 . Stok LPG saat ini dijaga dengan coverage days atau ketahanan pasokan rata-rata sekitar 12 hingga 15 hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode lonjakan konsumsi.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Erika Retnowati mengatakan, pemerintah terus memantau kondisi stok serta distribusi LPG agar tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia. Baca Juga: Mudik Aman! Pertamina Siagakan Satgas Ramadan & Idulfitri 2026: Stok BBM dan LPG Ready
"Stok LPG nasional saat ini dijaga dengan coverage days rata-rata sekitar 12 sampai 15 hari, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode peningkatan konsumsi Ramadan hingga Idulfitri," ujar Erika dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Pemerintah juga memproyeksikan penyaluran LPG selama periode Ramadan hingga Lebaran akan meningkat sekitar 4% dibandingkan rata-rata penyaluran normal. Kenaikan ini dipicu meningkatnya aktivitas rumah tangga dan konsumsi masyarakat selama bulan puasa hingga hari raya.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) bersama PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan berbagai infrastruktur penyaluran LPG di seluruh Indonesia.
Saat ini tersedia 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang terdiri dari 643 SPBE PSO dan 114 SPBE non-PSO, serta 6.662 agen LPG yang siap melayani kebutuhan masyarakat.

















































